Pedagang Rawa Buaya Setuju Rumah Susun Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir yang melanda pemukiman warga di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (31/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Banjir yang melanda pemukiman warga di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (31/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO , Jakarta: Para pedagang di Pasar Sentra Kaki Lima Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng Jakarta Barat mendukung usulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk membangun rumah susun sewa sederhana di lokasi mereka berjualan. "Wah bagus itu kalau jadi, pasar bakal lebih tertata," ujar Sutrisno (56 tahun), seorang pedagang onderdil sepeda motor di blok C Sentra Kaki Lima, Jumat, 17 Januari 2014.


    Sebelumnya, saat Gubernur Jokowi mengunjungi para korban banjir yang mengungsi di pasar tersebut, dia mengatakan berencana membangun rumah susun sewa di Sentra Kaki Lima. Konsepnya, ujar Jokowi, di bagian bawah rumah susun akan tersedia area bagi para pedagang untuk tetap berjualan. Nantinya di lahan seluas 1,7 hektare itu akan dibangun dua tower rumah susun setinggi 16 lantai. Pembangunannya akan segera dimulai begitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah disahkan.

    "Kemarin sih waktu Pak Jokowi ke sini dia gak bilang langsung mau bikin rumah susun," ujar Sutrisno. Jika rencana itu terealisasi, Sutrisno akan dengan senang hati tinggal di rumah susun. "Kebanyakan korban banjir di Rawa Buaya memang pedagang pasar di sini," kata pria yang sudah berdagang di pasar itu selama 12 tahun.


    Dengan pembangunan rumah susun itu, dia membayangkan kondisi pasar yang kini kumuh akan lebih tertata dan warga tidak akan kebanjiran lagi.


    Hal senada diungkapkan Daeng (55), pedagang barang elektronik di Sentra Kaki Lima. "Saya dukung sekali, memang sudah seharusnya pasar ini dikelola pemerintah," kata dia. Pria yang rumahnya turut kebanjiran di Rawa Buaya itu menuturkan, sejak 5 tahun lalu kondisi pasar memprihatinkan setelah berganti pengelola. "Dulu yang pegang pemerintah kota Jakarta Barat, tapi sekarang katanya swasta, tapi malah amburadul." 

    Daeng berharap jika pemerintah jadi membangun rumah susun, maka penataan pasar akan diutamakan. "Sekarang aneh, pedagang sayur di depan dan penjual barang lainnya malah di dalam pasar, jadi tidak laku." Selain itu dia mengeluhkan pungutan liar yang dilakukan preman di pasar. "Setiap hari saya kena Rp 15 ribu sampai Rp 50 ribu, yang minta banyak sekali," ujarnya. Dia juga menyatakan pasti mau tinggal di rumah susun jika telah selesai dibangun. "Pasti lebih enak dan murah daripada ngontrak rumah biasa."

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.