Bendung Bekasi Dibuka, Wilayah Hilir Kebanjiran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di sekitar tempat tinggalnya yang terendam banjir di Kecamatan Medan Satria, Bekasi, (19/1). Foto: TEMPO/Zulkarnain

    Warga berjalan di sekitar tempat tinggalnya yang terendam banjir di Kecamatan Medan Satria, Bekasi, (19/1). Foto: TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Bekasi- Sekitar tujuh rumah di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi roboh akibat longsor diterjang arus Kali Bekasi. Penghuni rumah pun diungsikan untuk mengantisipasi longsor lebih parah. Sedangkan, ratusan rumah lainnya kebanjiran.

    Ketua Taruna Siaga Bencana Kota Bekasi, Engkus Kustara mengatakan, lokasi longsor itu berada di RW 1 Keluarahan Teluk Pucung. Selain, mengakibatkan longsor, luapan Kali Bekasi juga merendam ratusan rumah di RW 1 dan RW 2. "Akibat pintu air di Bendung Bekasi dibuka," katanya, Sabtu, 18 Januari 2014.

    Menurut Engkus, rumah warga itu bagian belakangnya saja yang mengalami ambruk, sebab berada di bibir kali, tanpa ada turap. Bangunan permanen di bagian tengah mulai retak. Rumah warga diterjang air kiriman itu terjadi sejak Selasa lalu. "Kami sudah minta lebih baik mengungsi," ujar Engkus. (Baca:Banjir, RSI di Bekasi Timur Tunda Operasi Hernia )

    Engkus menambahkan, akibat dibuka pintu Bendung Bekasi wilayah di hilir kali terkena dampaknya. Sementara di wilayah hulu relatif terkendali. Luapan kali di sepanjang hulu kali tak sampai menggenangi perumahan dengan yang cukup parah. "Paling parah di Pondok Gede Permai, tapi ketinggian hanya 1 meter lebih," katanya.

    Sementara itu, di Perumahan Kemang IFI, Vila Jatirasa, Pondok Mitra Lestari, Depnaker, Pondok Pekayon Indah, Kemang Pratama banjir dapat terkendali. Ketinggian air mencapai 40-60 sentimeter. "Genangang tidak terlalu lama, saat ini sudah mulai surut," kata Engkus. "Puncaknya dini hari tadi," katanya.

    Sementara itu, Agus petugas jaga Bendung Bekasi, mengatakan, sampai saat ini debit limpasan air di Bendung Bekasi cenderung menurun, yakni mencapai 277 meter kubik per detik. Menurut dia, tertinggi terjadi pada dini hari tadi, yakni mencapai 365 meter kubik per detik. "Debit kiriman cenderung menurun," kata Agus pada Tempo.

    ADI WARSONO

    Berita Terpopuler
    Jokowi: Ada Waktu 3-4 Jam Sebelum Air Kiriman Datang
    Pintu Air Manggarai Tahap Kritis
    Jokowi Minta Pintu Air Arah Istana Dibuka 
    Pintu Air Karet Kembali Siaga 1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.