Mapala UI Pilih Bantu Korban Banjir Subang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia (UI) melakukan kegiatan pemetaan (mapping) yang dilakukan oleh Badan Khusus Pelantikan Mapala UI di Goa Kalisuci, desa Pacarejo, kecamatan Semanu, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Selasa (19/06/2012). Hasil pemetaan ini diharapkan bisa dipergunakan untuk memetakan sungai bawah tanah dan pengembangan potensi wisata alam alternatif yang masih banyak tersembunyi di wilayah pegunungan karst di pesisir selatan Jawa. TEMPO/Suryo Wibowo

    Sejumlah Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia (UI) melakukan kegiatan pemetaan (mapping) yang dilakukan oleh Badan Khusus Pelantikan Mapala UI di Goa Kalisuci, desa Pacarejo, kecamatan Semanu, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Selasa (19/06/2012). Hasil pemetaan ini diharapkan bisa dipergunakan untuk memetakan sungai bawah tanah dan pengembangan potensi wisata alam alternatif yang masih banyak tersembunyi di wilayah pegunungan karst di pesisir selatan Jawa. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Depok - Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) akan meluncur ke Subang, Jawa Barat, untuk membantu korban banjir di sana. Untuk tahap pertama, mereka akan memberangkatkan satu tim bersama perahu karet dan bantuan logistik nanti malam, Selasa, 21 Januari 2014.

    "Persiapan sudah dilakukan. Kami berangkat bersama tim menuju lokasi," kata Ketua Mapala UI Ridwan Hakim, Selasa, 21 Januari 2014. Pemberian bantuan, kata dia, untuk meringankan masyarakat setempat yang terkena musibah bencana alam tersebut.

    Menurut Hakim, masih banyak korban banjir di Subang yang belum mendapat bantuan yang maksimal. Berbeda dengan korban banjir di Jakarta dan sekitarnya yang sudah banyak dibantu oleh berbagai pihak."Korban banjir di Subang belum tersentuh, kami akan terjun ke sana," katanya.

    Tim Mapala UI menyiapkan tiga perahu karet. Tim akan terjun langsung ke wilayah bencana untuk memberikan bantuan dan melakukan evakuasi terhadap masyarakat setempat yang terisolasi akibat banjir. Untuk tahap awal, kata Ridwan, mereka menerjunkan satu tim yang terdiri dari dari empat orang. "Mereka akan langsung membantu korban banjir di Subang," katanya.

    Selain itu, tim Mapala UI juga sedang melakukan koordinasi untuk memberikan bantuan berupa obat-obatan, makanan, dan juga selimut bagi korban bencana alam tersebut. Barang-barang itu, kata dia, adalah kebutuhan pertama bagi korban bencana alam. "Bantuan ini sangat diperlukan bagi masyarakat korban banjir."(Baca :Puluhan Korban Banjir Subang Terisolasi)

    Ketua Mapala UI demisioner, Ismatullah menambahkan selama banjir ini pihaknya memang belum mendirikan posko bantuan di lokasi banjir Jakarta dan sekitarnya. Alasannya, di kawasan Jakarta sudah banyak posko yang ada untuk membantu korban banjir. "Korban banjir di Subang yang belum mendapat bantuan, makanya kita kirim tim ke sana," katanya.

    Menurut Isma, banjir di Subang sudah cukup parah dan perlu segera mendapat pertolongan. Mapala UI selama ini, ujar Ismatullah, juga telah menyalurkan bantuan kepada korban banjir yang berada di Kampung Pulo, Jakarta. Namun, tahun ini mereka fokus ke Subang. "Kalau kampung Pulo sudah sering," kata dia.

    ILHAM TIRTA

    Berita Terpopuler
    Ahok: Gimana Enggak Banjir Kalau Tanggul Dibolongi?
    Jokowi Rembuk Banjir di Katulampa, Ini Hasilnya
    Jakarta Banjir, Ruhut Tuntut Jokowi Minta Maaf
    Alasan Jokowi Mau Pasang Badan untuk Pusat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.