Kriteria Pelayanan Satu Pintu Menurut Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi menempelkan kartu e-tiket untuk mencoba bus baru Transjakarta gandeng di Halte Ancol, Jakarta, (22/01). Sebelumnya, 30 bus juga telah diluncurkan  pekan lalu, untuk melayani Koridor II (Pulogadung- Senayan) dan Koridor III (Kalideres-Harmoni-Bundaran Senayan). TEMPO/Dasril Roszandi

    Jokowi menempelkan kartu e-tiket untuk mencoba bus baru Transjakarta gandeng di Halte Ancol, Jakarta, (22/01). Sebelumnya, 30 bus juga telah diluncurkan pekan lalu, untuk melayani Koridor II (Pulogadung- Senayan) dan Koridor III (Kalideres-Harmoni-Bundaran Senayan). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta menyebut sejumlah kriteria pelayanan terpadu satu pintu. Kesimpulan ini menyusul inspeksi mendadak Jokowi ke kantor Wali kota Jakarta Barat yang ternyata sepi petugas.

    Kriteria pertama, harus cepat. "Yang cepat, bayarnya jelas berapa, durasi selesai jelas berapa lama, syaratnya jelas," kata dia, Senin 3 Februari 2014.

    Selain itu, ia menuntut petugas di bagian depan mesti mau tersenyum dan tidak terlambat datang. Sebelumnya, Jokowi sempat mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelayanan di kantor wali kota Jakarta Barat sudah baik.(baca: Jokowi Tanya-tanya Pengurusan IMB)

    "Info dari masyarakat udah enggak dicaloin. Dulu katanya langsung ada yang jemput. Saya mau lihat, bagusnya kayak apa."(baca:Wali Kota Jakarta Barat Akui Anak Buahnya Mangkir)

    Ternyata, ia mendapati pukul 8.15 WIB tadi PNS yang hadir baru 25 persen. "75 persennya belum datang. Bagusnya di situ. Mungkin pas ada orang, bagus. Mungkin," ujar Jokowi sambil tersenyum kecut.

    ATMI PERTIWI

    Berita terkait
    Jokowi Dinilai Keok Hadapi Isu Banjir Jakarta 2014 
    Soal Sodetan Cisadane Picu Sentimen Negatif Jokowi
    Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh 
    Warga Tagih Utang Jokowi  


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.