Dua Pembunuh Ade Sara Hapus Akun Twitter-nya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini. Twitter.com

    Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Akun Twitter milik Ahmad Hafitd (@HafitdASO) dan Assyifa Ramadhani (@ASSYIFARS) tak lagi aktif. Akun Hafitd tak lagi aktif sejak dua hari lalu, sementara akun Assyifa tak aktif sejak Rabu pagi, 12 Maret 2014.

    Terakhir, akun Assyifa masih bercuit pada Selasa siang, 11 Maret 2014, sekitar pukul 13.00 WIB. Aktivitas akun tersebut masih bisa dipantau hingga pagi tadi sebelum lenyap dari dunia maya, sekitar pukul 10.30 WIB. Terakhir, akun tersebut berkicau "Jangan buang waktumu hanya untuk memikirkan dia yang tak menghargaimu, meski kamu cinta, waktu dan dirimu jauh lebih berharga." (Baca: Ditahan Polisi, Akun Twitter Assyifa Aktif)

    Belum jelas apakah akun tersebut dibajak atau tidak, tapi sejak lima hari lalu, setelah ditangkap polisi, akun @ASSYIFARS ini kembali berkicau. Cuitan-cuitan selama lima hari terakhir tak mengindikasikan pemegang kasus tersebut terlibat kasus pembunuhan berencana pada pekan lalu. (Baca: Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap dan Hafitd Ternyata Sewa Hacker Retas Akun Twitter Ade Sara)

    Kedua akun tersebut banjir hujatan setelah keduanya terbukti membunuh mahasiswa Universitas Budi Mulia, Ade Sara. Ade adalah mantan kekasih Hafitd. Pria berumur 19 tahun itu kini berpacaran dengan Assyifa. Keduanya ditangkap saat sedang melayat jenazah Ade yang dibaringkan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. (Baca: Akibat Tanda Luka Gigitan Ade Sara... dan Penuturan Nadia, Saksi Kunci Pembunuhan Ade Sara)

    Pada Selasa, 4 Maret 2014, keduanya mengajak Ade Sara berkeliling Jakarta. Di mobil Hafitd, keduanya lalu menyekap dan menganiaya Ade Sara dengan setruman. Tak hanya itu, mulut Ade juga disumpal kertas, ini yang kemudian menyebabkan kematiannya. (Baca: 21 Jam Bagi Tugas, Hafitd-Assyifa Siksa Ade Sara)

    Lalu jenazah Ade Sara dibuang di tol Bintara, Bekasi, dan ditemukan pada Rabu, 5 Maret 2014. Keduanya diancam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan terancam hukuman mati.

    M. ANDI PERDANA

    Berita Lainnya:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.