Ibu IS Tuturkan Dadang Sering Kasar pada Anaknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dailymail.co.uk

    dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Iis Novianti, 30 tahun, ibu IS, 3,5 tahun, akhirnya ditemukan. Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap Iis.

    Kepala Satuan Resor Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Daddy Hartadi mengatakan, dari hasil interogasi sementara, Iis mengaku bahwa IS adalah anaknya dan Dadang-pelaku penculikan dan kekerasan terhadap IS-adalah pacarnya. "Namun jawaban Iis masih berubah-ubah," kata Daddy, Sabtu, 29 Maret 2014.

    Hasil sementara, menurut Daddy, Iis menuturkan bahwa Dadang kerap menyiksa IS serta berlaku kasar dan galak. Bahkan Iis mengaku, Dadang sempat beberapa kali ingin membawa IS, namun selalu gagal. "Karena Iis sering teriak minta tolong kepada orang sekitar sehingga tak pernah berhasil," kata dia.

    Kepada polisi, Iis pun mengaku tak mengetahui bahwa saat ini IS berada di rumah sakit. "Iis mengaku melihat IS terakhir kali tiga minggu lalu di Senen," kata Daddy. Sebagai tindak lanjut, Iis akan segera dipertemukan dengan IS di rumah sakit. (Baca: IS, Bocah Dianiaya Kekasih Ibunya, Dirawat di Koja)

    Sebelumnya, Iis dilaporkan menghilang setelah anaknya IS justru ditemukan. Kepolisian sampai membentuk tim pencari untuk menemukan Iis. IS sendiri saat ini masih dirawat di RSUD Koja karena luka-luka penganiayaan yang dialami olehnya akibat Dadang. (Baca: Balita Dianiaya, Tubuh Terluka hingga Kuku dan Skrotum)

    Kehadiran Iis sebagai ibu IS, menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, dibutuhkan untuk menyembuhkan trauma psikologisnya. Terlebih lagi, kata dia, IS sudah sangat merindukan ibunya.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Ternyata, Pemilih Ibu-ibu Tak Suka Rhoma Irama  
    Kasus Satinah, Pemerintah Tak Sudi Jadi Komoditas
    Jokowi Jamin Koalisi Bukan untuk Kursi Menteri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.