Ahok Soal Pilpres: Jangan Golput, Nanti Menyesal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan mendukung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maju sebagai capres 2014 kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan mendukung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maju sebagai capres 2014 kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO , Jakarta:  Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau agar warga Ibu Kota menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum presiden 9 Juli 2014. Sebab, satu suara dari setiap pemilih menentukan nasib Indonesia selama lima tahun mendatang. "Jangan golput," ujar Basuki di Balai Kota, Selasa, 8 Juli 2014. (Baca: Sosial Media Bisa Jadi Pemantau Pemilu)

    Imbauan agar menentukan pilihan, Ahok menuturkan, juga berlaku bagi warga yang masih meragukan kompetensi dua pasang calon presiden dan wakil presiden. Ia menyarankan agar warga memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menimbang latar belakang dan kemampuan kedua pasang calon.

    Dengan memilih, Ahok berujar, kemungkinan warga merasakan penyesalan jauh lebih kecil ketimbang mengabaikan haknya jika pemerintahan baru sudah berjalan. "Anda harus memilih karena mereka (pasangan calon) yang tersedia di Republik ini. Anda akan jauh lebih menyesal karena tak menentukan pilihan," Ahok menuturkan.

    Dua pasang calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pasangan pertama diusung Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Bulan Bintang. Sedangkan Jokowi-Kalla diusung PDIP, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai NasDem, dan Partai Hanura. (Baca: Calon Pemilih Diminta ke TPS Usai Laga Piala Dunia)

    LINDA HAIRANI



    Berita Lainnya:
    Antisipasi Serangan Fajar, Kader Dua Kubu Begadang
    Calon Pemilih Diminta ke TPS Usai Laga Piala Dunia
    Pilpres, Pedagang Glodok Tutup Kios


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.