Hingga September, 667 Kebakaran Melanda Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga duduk di antara puing-puing pemukiman yang hangus terbakar di Kamal Muara, Jakarta Utara, 25 Juni 2014. Kebakaran tersebut menghanguskan ratusan rumah yang diduga disebabkan oleh korsleting  listrik. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Warga duduk di antara puing-puing pemukiman yang hangus terbakar di Kamal Muara, Jakarta Utara, 25 Juni 2014. Kebakaran tersebut menghanguskan ratusan rumah yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Seksi Publikasi Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Sahrudin mengatakan kasus kebakaran di Ibu Kota hingga September tahun ini berjumlah ratusan. Ia mencatat sedikitnya terjadi 667 kebakaran sejak Januari.

    Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. "Ini kan belum hujan-hujan. Potensinya bisa bertambah," katanya saat dihubungi, Sabtu, 13 September 2014.

    Sahrudin menyebutkan sebagian besar kebakaran terjadi akibat korsleting lisrik. Jumlahnya 485 kejadian. "Yang lainnya karena kompor gas dan lain-lain," katanya.

    Jakarta Barat merupakan wilayah yang paling banyak dilanda kebakaran. Di antaranya Tambora dan Kalideres, yang memiliki banyak permukiman padat. Namun ia tak merinci jumlah kejadian di wilayah tersebut.

    Untuk mengantisipasi musibah kebakaran, Dinas Pemadam berupaya menggunakan pelbagai instrumen untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Kami sudah sosialisasi di radio, media sosial, dan televisi."

    Dalam sosialisasi, masyarakat paling sering dimbau untuk memperhatikan sambungan arus listrik dan penggunaan kompor gas. 

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler:
    PAN: Pilkada Langsung Itu Budaya Barat
    Begini Cara Copot Ahok
    Surya Paloh Temui Petinggi Partai Komunis Cina 
    Kemendagri Antisipasi jika Ahok Dijegal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.