Penghina Jokowi Rajin Ikuti Pengajian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berjalan kaki usai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Baiturrahman, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta,  24 Oktober 2014. REUTERS/Beawiharta

    Presiden Jokowi berjalan kaki usai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Baiturrahman, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 24 Oktober 2014. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhamad Arsad, pemuda berusia 23 tahun, tiba-tiba ramai diperbincangkan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, di Gang H Jum, Kelurahan Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Arsad ditahan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia karena menjadi tersangka penghinaan Presiden Joko Widodo. (Baca: Penghina Jokowi Buka Facebook di Warnet)

    Tak ada yang menyangka, anak pertama dari empat bersaudara itu melakukan penghinaan terhadap Presiden RI. Fahrur Rohman, 28 tahun, teman sekaligus tokoh pemuda setempat, mengatakan Arsad rajin mengikuti pengajian setelah salat magrib dan isya. (Baca: Jokowi Maafkan MA, Kasus Penghinaan Jalan Terus)

    "Dia ikut majelis taklim di Nurul Mustofa. Kalau pengajian enggak pernah ngomongin politik, orang dia enggak ngerti politik," kata Fahrur saat ditemui Tempo di Gang H Jum, Rabu, 29 Oktober 2014. Menurut Fahrur, tak ada sesuatu yang menonjol dari sosok Arsad. "Ya, dia biasa saja, sama kayak kami ini." (Baca: Polisi yang Tangkap Penghina Jokowi Dikira Om-om)

    Dari pengakuan Arsad kepada Fahrur, tindakannya mengunggah konten penghinaan terhadap Jokowi hanya iseng. "Dia hanya iseng, awalnya dimasukin ke grup yang isinya debat capres. Grup itu kebanyakan anonim, hanya dia yang akun asli," ujarnya. (Baca: Penghina Jokowi Incar Anak-anak di Tempat Wisata)

    Kemudian dari bahan perdebatan dan gambar-gambar di grup itu, Arsad mengunggah ke laman Facebook miliknya. "Mau copy-paste saja dia belajar dulu, memang dia enggak ngerti," kata Fahrur. (Baca: Penghina Jokowi di Facebook Unggah Gambar Cabul)

    Fahrur berharap Presiden Jokowi dapat memaafkan temannya itu. "Maafin Pak. Anak ini enggak tahu apa-apa, bukan aktivis, bukan orang partai juga," ujarnya. "Arsad bilang sama saya mau minta maaf langsung ke Pak Jokowi." (Baca: Penghina Presiden Ungkap Alasan Cabuli Anak Kecil)

    AFRILIA SURYANIS

    Topik terhangat:
    Penghinaan Presiden | Susi Pudjiastuti | Kabinet Jokowi | Pengganti Ahok

    BACA JUGA
    Bejat, Ini Korban Lain Pria Cabul Penghina Jokowi
    Penghina Jokowi Diadukan Gondol Anak Perempuan 10 Tahun ke Puncak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.