Penghina Jokowi Ingin Kembali Jadi Tukang Sate

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Arsyad, pelaku penghinaan terhadap Presiden Jokowi, tiba di rumahnya di Ciracas, Jakarta, 3 November 2014. Arsyad (24 tahun) dikeluarkan dari tahanan setelah mendapatkan penangguhan penahanan. TEMPO/Dasril Roszandi

    Muhammad Arsyad, pelaku penghinaan terhadap Presiden Jokowi, tiba di rumahnya di Ciracas, Jakarta, 3 November 2014. Arsyad (24 tahun) dikeluarkan dari tahanan setelah mendapatkan penangguhan penahanan. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhammad Arsad, 24 tahun, tidak berniat untuk berganti pekerjaan setelah kasus hukum yang menimpanya. (Baca juga: Penghina Jokowi Bebas tapi Masih Tersangka.) Pemuda itu menolak tawaran ibunya untuk menjadi pedagang buah meski modal usaha sudah disiapkan. "Dia enggak mau. Maunya kerja di tempat sate. Padahal mukanya item kalau ngipas sate terus," kata Mursidah, ibunda Arsad, Jumat, 7 November 2014.

    Arsad membenarkan perkataan ibunya itu. Dia merasa kerasan bekerja di warung sate Haji Margani yang berada di depan Pasar Induk Kramat Jati. "Kayaknya Senin saya kerja lagi di sana," ujar Arsad. (Lihat: Penghina Jokowi di Facebook Unggah Gambar Cabul.)

    Menurut Arsad, memang terkadang dirinya tidak kuat dengan bau asap saat membakar sate. Namun dia merasa nyaman menekuni pekerjaan itu. "Untuk sementara ini enggak mau dagang, kerja di tempat sate saja," ujar Arsad mengulangi ucapannya.

    Arsad mengaku tahu bahwa ibunya menerima uang dari sejumlah kalangan, termasuk dari Iriana Jokowi yang bersimpati kepadanya. Namun dia belum memiliki rencana dan persiapan apa pun untuk menggunakan uang itu. "Kan, susah jual barang mudah busuk atau basi. Apalagi kalau enggak laku," kata Arsad.

    PAMELA SARNIA

    Berita lain:
    Kronologi Penembakan di Rumah Amien Rais
    Yusril Ihza Kritik Tiga Kartu Jokowi
    Dubes AS: Menteri Susi Tangguh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.