'Gubernur FPI Bisa jadi Api dalam Sekam'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubenur DKI Jakarta tandingan Ahok versi Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Maysrakat Jakarta (GMJ), Fahrurrozi Ishaq (tengah) menggelar konferensi pers di kediamannya di Jakarta, 3 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi.

    Gubenur DKI Jakarta tandingan Ahok versi Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Maysrakat Jakarta (GMJ), Fahrurrozi Ishaq (tengah) menggelar konferensi pers di kediamannya di Jakarta, 3 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perancang sepatu Yongki Komaladi meminta pemerintah bersikap tegas dengan munculnya gubernur tandingan versi Front Pembela Islam, Fahrurrozi Ishaq. Adanya gubernur tandingan bisa menjadi api dalam sekam yang berpotensi menimbulkan konflik. "Jangan kelamaan dibiarkan, dong, enggak mungkin satu kapal dua nakhoda," kata Yongki ketika dihubungi Tempo, Kamis, 4 Desember 2014.

    Yongki menyatakan hal ini bisa menjadi bom waktu. Saat ini munculnya gubernur tandingan memang belum menimbulkan konflik. "Kita sudah banyak belajar dari peristiwa yang lalu," katanya. (Baca: FPI Pilih Gubernur Jakarta Fahrurrozi, Siapa Dia?)

    Forum Pembela Islam (FPI) memilih Fahrurrozi Ishaq sebagai Gubernur DKI Jakarta tandingan. "Dengan ini, kami seluruh anggota Presidium memutuskan gubernur rakyat Jakarta ialah Fahrurrozi Ishak," ujar Luthfi Hakim, anggota Presidium Penyelamat Jakarta yang juga Ketua Forum Betawi Rempug, di depan gedung DPRD Jakarta, Senin, 1 Desember 2014. (Baca: Begini Reaksi Ahok Soal Gubernur Tandingan)

    Fahrurrozi mengaku sebagai politikus Partai Persatuan Pembangunan. Ketika Pilkada Jakarta 2012, Fahrurrozi berseberangan dengan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Dalam situs Jakartabijak, Fahrurrozi menyampaikan dukungannya kepada Fauzi Bowo. Lima tahun sebelumnya atau pada 2007, Fahrurrozi juga mendukung Fauzi Bowo sebagai pengganti Sutiyoso.

    Selama ini, Fahrurrozi dikenal sebagai Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ). GMJ dibentuk oleh ulama, sejumlah tokoh Betawi, dan ormas Islam Betawi. Fahrurrozi lahir di Kampung Kober Ulu, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 11 November 1954.

    Dia mengenyam pendidikan di madrasah ibtidaiyah, SMP, dan SLTA. Dia juga pernah belajar di Pesantren As-Saqofah, Tebet. Organisasi besar yang pernah dibentuk Fahrurrozi Ishaq adalah Wadah Silaturahim Asatidz Ulama atau Wasiat Ulama.

    HADRIANI P.

    Berita lain:
    Ical Ketum Golkar, Peristiwa Tragis Mengiringi
    Mata-matai Pencuri Ikan, Susi Diprotes Dirjennya
    Menteri Susi Tak Bantah Nilai Perusahaannya Rp 1 T

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.