'Salam Tempel' di Bundaran HI, 5 Polisi Distafkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara sepeda motor mendapatkan pengarahan pengalihan arus dari petugas kepolisian di ruas jalan MH Thamrin di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 17 Desember 2014. TEMPO/m Iqbal Ichsan

    Sejumlah pengendara sepeda motor mendapatkan pengarahan pengalihan arus dari petugas kepolisian di ruas jalan MH Thamrin di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 17 Desember 2014. TEMPO/m Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta - Sebanyak lima anggota polisi Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya yang diduga menerima “salam tempel” dari sejumlah kernet bus Kopaja dan Metro Mini di Bundaran HI diberikan sanksi distafkan. 

    "Hasil penyelidikan, lima anggota polantas distafkan atau tidak bertugas di lapangan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul, Selasa, 10 Februari 2015.

    Martinus enggan merinci identitas kelima anggota itu. "Yang pasti mereka diduga terlibat pungli itu," ujarnya. Meski dalam pemeriksaan kelimanya menyatakan tidak ada negosiasi dengan kernet Kopaja atau Metro Mini. "Tidak ada negosiasi dan tanpa disuruh. Kami juga periksa sopir Kopaja."

    Kelima anggota itu telah diserahkan ke satuannya (korps) masing-masing. "Tapi proses penyelidikan jalan terus," ujarnya. 

    Perilaku kernet Kopaja tersebut direkam seorang netizen. Ia lalu mengunggahnya ke YouTube. Dalam video berdurasi 2 menit 12 detik itu, terlihat setiap kernet bus memberi "tip" kepada polisi yang bertugas di Bundaran HI agar dibolehkan memutar di tempat terlarang.

    Berdasarkan keterangan pengunggah video itu, aksi pungli tersebut direkamnya secara sengaja pada 15 Januari 2015. "Baru diunggah ke YouTube pada 5 Februari," kata Marinus.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.