Ramai Begal, DPRD Depok Minta Polisi dan Warga Kompak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CODepok - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan masih banyaknya aksi pembegalan sepeda motor di Kota Depok menjadi pekerjaan bersama kepolisian dan warga. Ia mengatakan terus berulangnya aksi pembegalan bahkan adanya modus baru mengisyaratkan upaya pencegahan harus diperketat.

    "Ini sudah benar-benar harus diantisipasi supaya tidak terjadi lagi," kata Hendrik Tangke Allo, Ketua DPRD Depok, ketika dihubungi, Ahad, 15 Februari 2015. Ia mengatakan, atas maraknya pencurian dengan kekerasan ini, Dinas Perhubungan Depok sudah harus segera meningkatkan penerangan jalan umum Kota Depok. "Harusnya, kan, anggaran 2014 sudah ada yang disiapkan untuk pemasangan pada awal tahun 2015, nah ini harus segera dilaksanakan." 

    Menurut dia, sisa anggaran Dinas Perhubungan Depok tahun 2014 yang memang masih tersisa dan dapat dimanfaatkan seharusnya segera digunakan untuk penambahan sarana penerangan jalan tersebut. Ia juga mengatakan, selain menjadi tugas Dinas Perhubungan, kepolisian tetap harus bergerak sesuai kewajibannya sebagai garda terdepan keamanan.

    "Kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri karena pasti ada hambatan pada personel dan sarana-prasarana. Karena itu, masyarakat juga harus berkontribusi," kata Hendrik.

    Ia mengatakan kerja sama kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah masing-masing diharapkan dapat membantu terjaganya situasi keamanan Kota Depok. Kerja sama tersebut, menurut dia, bisa dilakukan dengan membentuk pos-pos pengamanan tambahan bentukan kepolisian sektor, babinsa, hansip, dan warga.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.