Tiga Menteri Bagi Beras Murah untuk Rakyat Miskin di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga menteri Kabinet Gotong Royong, Jumat (10/1) siang, membagikan secara simbolis beras murah kepada rakyat miskin di empat wilayah DKI Jakarta. Badan Urusan Logistik (Bulog) menjual beras tersebut dengan harga Rp.1000 perkilogram dan setiap KK mendapat jatah 20 kilogram perbulan. Tiga menteri itu, masing-masing, Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Soenarno akan terjun langsung dalam program yang diberi nama Program Raskin atau Beras bagi Rakyat Miskin.Selain ketiga menteri itu, Kepala Bulog Widjanarko Puspoyo juga akan turut membagikan beras murah tersebut. Empat wilayah yang dijadikan lokasi Program Raskin itu antara lain di wilayah Jakarta Utara yang mengambil tempat di gerbang nelayan Muara Angke, Kelurahan Muara Karang, Kecamatan Penjaringan. Di lokasi itu beras murah yang akan dijual ke rakyat miskin sebanyak 3,4 ton yang diperuntukkan bagi 173 KK. Menko Perekonomian rencananya akan datang ke lokasi itu. Di Jakarta Timur, berlokasi di Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati. Beras murah yang di drop di kelurahan ini sebanyak 7,9 ton untuk 395 KK. Menkimpraswil yang dijadwalkan hadir di pemukiman miskin tersebut. Di Jakarta Barat, lokasi yang dipilih adalah Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng. Beras yang akan dibagikan sebanyak 37,3 ton untuk 1865 KK. Mensos yang akan mewakili hadir di tempat itu. Sedangkan di Jakarta Pusat, lokasinya adalah Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran. Beras murah yang akan dibagikan sebanyak 7,2 ton untuk 360 KK. Kabulog sendiri yang akan membagikan secara simbolis di kelurahan itu. Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Pemda DKI, Muhayat, Program Raskin merupakan program pemerintah pusat. Tetapi pelaksanaannya melalui Pemda DKI langsung ke kelurahan-kelurahan, kata Muhayat. Mengenai warga yang mendapat jatah beras murah itu, kata Muhayat, tergantung dari data warga miskin yang ada di masing-masing wilayah. Program itu sendiri rencananya akan berlangsung sampai akhir tahun. (Dimas Adityo-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?