Hanya 6 Sekolah di Bogor yang Laksanakan UN Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal latihan Ujian Nasional (Unas) 2015 secara online di aula sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, 1 April 2015. ANTARA FOTO

    Sejumlah siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal latihan Ujian Nasional (Unas) 2015 secara online di aula sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, 1 April 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO,Bogor- Dari ratusan sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan madrasah aliyah di wilayah Bogor, baru enam sekolah yang siap menggelar ujian nasional secara online. Rinciannya, tiga sekolah di Kota Bogor dan tiga sekolah di Kabupaten Bogor.

    Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahruddin, di Kota Bogor terdapat148 sekolah setingkat SMA. Sedangkan yang bisa menggelar ujian nasional secara online hanya SMK Negeri 3, SMK Wikrama, dan SMK Infokom."Ketiga SMK inimempunyai fasilitas komputer dan jaringan Internet memadai," katanya, Selasa, 7 April 2015.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Edgar Suratman mengatakan Dinas Pendidikan Kota Bogor belum siap menerapkan ujian nasionalmenggunakan sistemcomputer based test(CBT) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Karena alat pendukung untuk penunjang pelaksanaan UN secara online belum siap, dari peralatan, program, hingga jaringan online," ujarnya.

    Dalam pelaksanaan ujian nasionalsecara online, kata Edgar, satu komputer maksimal digunakan untuk tiga siswa. Sedangkan jumlah komputer pada sekolah-sekolah di Kota Bogor tidak mencukupi. "Harus ada pengadaan komputer," katanya.

    Adapun diKabupaten Bogor, ujian nasional online hanya dilakukan di SMAN 2 Cibinong, SMKN 1 Cibinong, dan SMK Triple J Citeureup. Menurut juru bicara Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Ronny Kusmaya, kendala yang dihadapiinstansinya sama dengan yang terjadi di Kota Bogor.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.