Keluarga Terduga ISIS Kebon Jeruk Tertutup?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Densus 88 berjaga di depan rumah terduga teroris jaringan ISIS di Jalan Perdana Blok B No 3, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, 22 Maret 2015. Sejumlah dokumen terkait perekrutan dan pendanaan anggota ISIS berhasil diamankan. ANTARA/Alinuddin

    Personel Densus 88 berjaga di depan rumah terduga teroris jaringan ISIS di Jalan Perdana Blok B No 3, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, 22 Maret 2015. Sejumlah dokumen terkait perekrutan dan pendanaan anggota ISIS berhasil diamankan. ANTARA/Alinuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Robby Risa Putera, terduga teroris di Kebon Jeruk, dikenal sangat tertutup oleh warga. Bahkan Ketua RT setempat tak pernah bertemu dengan Robby selama ia menjabat ketua RT.

    "Saya selama 11 bulan menjabat belum pernah bertatap muka. Ada urusan administrasi pun saya yang datang ke rumahnya, tapi ketemu dengan istrinya saja," kata Syahrir, Ketua RT 01, RW 04, Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Ahad, 12 April 2015.

    Rumah kediaman Robby di Jalan Persatuan Nomor 10, kemarin, Sabtu 11 April 2015, digeledah oleh Detasemen Khusus Antiteror 88. Kediaman Robby digeledah pukul 16.00 hingga 17.30 setelah sebelumnya ia ditangkap di Hotel Santika di kawasan Petamburan, Jakarta Barat. Robby diduga terkait dengan jaringan ISIS sebagai penyandang dana.

    Syahrir menambahkan, Robby tak pernah aktif di lingkungan. "Ada kerja bakti saja tidak muncul."

    Ketua PKK, Faridah, 45 tahun, mengatakan istri Robby, Rina Octavia, tak pernah mengikuti kegiatan PKK. Rina juga tak pernah mengikuti posyandu, meskipun memiliki anak berusia 5 tahun.

    Rumah bercat abu-abu ini selalu tertutup meskipun ada usaha konveksi di dalamnya. Selama empat tahun mengontrak, Robby hanya aktif bersosialisasi selama dua tahun pertama. "Dua tahun ke belakang sudah jadi sangat tertutup," kata Syahrir.

    Tetangga Robby, Abdul Muis, 50 tahun, mengatakan sejak tiga pekan belakangan tak pernah melihat Robby. Namun selama tiga pekan tersebut tamu-tamu terus berdatangan. "Warga mengira itu tamu pasti klien dia, yang mau ngebordir," kata Abdul.

    Ia mengaku kaget tetangganya itu diduga terlibat jaringan ISIS. "Enggak ada tanda-tandanya kecuali memang enggak pernah sosialisasi. Ramah sih tapi enggak pernah akrab sama warga," kata dia.

    DINI PRAMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.