Sejak Pembunuhan Itu, Kos-kosan Deudeuh Berhenti Operasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penghuni kamar kos menutup mukanya saat petugas  melakukan razia indekos di Tebet, Jakarta, 21 April 2015. Setelah kejadian pembunuhan Deudeuh Alfisahrin petugas gencar melakukan razia. Tempo/M Iqbal Ichsan

    Penghuni kamar kos menutup mukanya saat petugas melakukan razia indekos di Tebet, Jakarta, 21 April 2015. Setelah kejadian pembunuhan Deudeuh Alfisahrin petugas gencar melakukan razia. Tempo/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta - Tragedi pembunuhan Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby alias Empi berbuntut panjang. Kos "Boarding House" yang dulu ditempati Deudeuh kini sepi peminat, bahkan rencananya kos ini berhenti beroperasi sementara.

    Menurut Nunung, penjaga kos, sejak tragedi pembunuhan Deudeuh, jarang ada calon penghuni yang tertarik tinggal di kos tiga lantai yang dia jaga itu. "Bukan cuma kos ini saja yang sepi, samping-samping saya ini juga sepi, tapi ya enggak apa-apalah, enggak ada masalah yang tidak berlalu. Saya sabar," kata Nunung di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2015.

    Nunung mengatakan rumah kos akan berhenti beroperasi untuk sementara. "Saat break, saya berencana akan merehab (memperbaiki) kos, mengecat dan memperbaiki perizinan. Apalagi ini, kan, catnya merah sudah banyak masuk TV," ujarnya.

    Nunung juga mengatakan dia akan pulang kampung ke Semarang setelah keadaan rumah kos yang pernah dihuni Deudeuh itu sudah kembali normal dan beroperasi lagi. "Kalau sudah normal lagi, sudah ada izin, saya pulang kampung ke Semarang. Dulu memang ada rencana untuk pulang kampung setelah dua tahun anak saya lulus SMA, tapi ada kejadian Deudeuh begini, ya, mau gimana lagi. Tapi, terus terang, saya sayang meninggalkan kos ini," tuturnya.

    Nunung mengatakan dia sudah mengelola rumah kos itu sejak tahun 1998 dan merasa "sangat dekat" dengan kos tersebut. "Saya sudah sayang istilahnya. Walau enggak ada orang, kamar-kamar tetap saya buka, saya beresin. Saya mau masalah ini cepat selesai dan barang Deudeuh segera diambil," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.