Jajanan Anak Berbungkus Kondom, BPOM: Itu Produk Ilegal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BPOM Roy A. Sparringa, beri keterangan terkait obat dan makanan ilegal sebelum dimusnahkan di halaman kantor BPOM, Jakarta (26/5). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kepala BPOM Roy A. Sparringa, beri keterangan terkait obat dan makanan ilegal sebelum dimusnahkan di halaman kantor BPOM, Jakarta (26/5). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa mengkonfirmasi keberadaan jajanan anak berisi kondom susu yang tersebar di media sosial. Menurut Roy, berdasarkan temuan BPOM, produk tersebut memang ada, tapi isinya tidak seperti yang disebarkan di media sosial.

    “Sementara ini, memang ada produknya, tapi isinya tidak seperti yang ada di media sosial,” kata Roy kepada Tempo, Ahad, 24 Januari 2016, setelah kembali dari kunjungannya ke Entikong, Kalimantan Barat.

    Roy menegaskan, produk tersebut adalah ilegal karena tidak terdaftar di BPOM. Saat ini tim BPOM sedang mengecek keberadaan produk tersebut. “Tim BPOM masih ke lokasi untuk mengecek,” ujarnya.

    Untuk itu, Roy memerintahkan seluruh jajarannya di tingkat pemerintah daerah untuk mengawal kasus ini. Ia menuturkan BPOM masih menyelidiki temuan masyarakat mengenai produk yang juga telah disebarkan melalui media sosial tersebut. “Laporan resmi akan segera kami sampaikan ke publik.”

    Seperti dilansir kantor berita Antara beberapa waktu lalu, jajanan anak yang kemasan dalamnya mirip kondom ini beredar dan meresahkan warga. Produk ini dilaporkan beredar di Bekasi, Jawa Barat.

    Jajanan itu dikemas dalam kardus kotak ukuran sedang bermerek "Kotak Kado" bertuliskan "Boom Seru" dan bergambar kartun anak-anak. Dalam kemasan tersebut, terdapat satu kemasan plastik susu cair bertuliskan "Susu Mas Moccacino" berwarna cokelat dan satu wadah mirip kondom.

    ARKHELAUS WISNU



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.