9 Imigran Gelap Korea Selatan Tertangkap di Depok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi borgol/tahanan. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi borgol/tahanan. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Depok - Tim Pengawas Orang Asing Kota Depok menjaring sembilan warga negara Korea Selatan, karena tidak mempunyai kartu identitas untuk tinggal di Depok. Mereka ditangkap di Perumahan Raffles Hills, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Sabtu, 12 Maret 2016.

    Kepala Kantor Imigrasi Kota Depok Dudi Iskandar mengatakan petugas gabungan berhasil menjaring sembilan warga negara asing asal Korea yang tidak mempunyai kelengkapan izin tinggal. Mereka, kata Dudi, melanggar Pasal 71 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

    "Satu orang dibawa ke kantor Imigrasi karena tidak punya dokumen keimigrasian," kata Dudi, Minggu, 13 Maret 2016.

    Dudi mengatakan warga negara Korea Selatan sudah bermukim di Perumahan Raffles, sejak lima tahun lalu. Bahkan, satu cluster di perumahan tersebut ditinggali 24 warga negara asing asal Korea Selatan. "Ini tindak lanjut dari laporan warga kepada kami," ujarnya.

    Pengawasan gabungan ini dilakukan untuk melihat aktivitas dan pekerjaan mereka di Depok. Pihaknya juga akan meminta setiap perumahan maupun ketua lingkungan, untuk membantu mengawasi keberadaan orang asing yang tinggal di wilayah mereka. "Warga harus aktif untuk melaporkan keberadaan orang asing di lingkungan mereka," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.