Terungkap Kasus Akseyna, Polisi: Pembunuhnya Orang Terdekat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akseyna Ahad Dori. Istimewa

    Akseyna Ahad Dori. Istimewa

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Teguh Nugroho optimistis kasus kematian Akseyna Ahad Dori segera terungkap. Bahkan dia yakin pembunuh mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia itu adalah orang dekat.

    "Tinggal satu alat bukti lagi untuk bisa menangkap tersangka pembunuh Akseyna. Kami yakin pembunuhnya orang terdekat Akseyna," kata Teguh, Kamis, 6 Oktober 2016.

    Teguh berujar, pengungkapan kasus Akseyna ini memang tidak mudah, apalagi polisi awalnya menyimpulkan bahwa pemuda itu tewas bunuh diri. Kesimpulan itu jelas mempengaruhi psikologis penyidik. Indikasi pembunuhan baru diperoleh penyidik setelah penyelidikan berjalan hampir sebulan.

    BacaBank Indonesia Teliti Uang Dimas Kanjeng, Hasilnya Adalah...  

    Menurut Teguh, jeda waktu itu memberikan peluang kepada pembunuh untuk menghilangkan barang bukti. Belum lagi, ada teman-teman Akseyna yang datang ke kamar indekosnya dua kali dan memasuki kamarnya. "Bukti pendukung semakin sulit dicari."

    Namun, ujar Teguh, sekarang penyidik memiliki sejumlah petunjuk yang mengarah kepada pelaku. Dia menduga pelakunya adalah orang di lingkaran terdekat Akseyna. "Kami tidak bisa beberkan temuan kami. Yang pasti, tinggal satu alat bukti lagi," tuturnya.

    BacaSurvei Pilkada: Soal Pemilih Muslim & Kunci Elektabitas Ahok

    Mayat Akseyna ditemukan mengambang di danau UI pada Kamis, 26 Maret 2016. Identitas mayat baru terungkap pada empat hari kemudian.

    Dalam proses penyelidikan, seorang teman Akseyna menemukan surat di dalam kamar kos mahasiswa itu. Surat itu awalnya diduga adalah surat wasiat dari Akseyna. Namun belakangan, seorang grafolog meyakini surat tersebut bukan ditulis Akseyna. Diduga, surat tersebut sengaja ditulis seseorang untuk mengalihkan perhatian polisi agar polisi menyimpulkan Akseyna tewas bunuh diri. 

    IMAM HAMDI

    Baca juga:
    Survei:  Ahok Disokong Segmen Mapan, Anies & Agus?
    Survei Populi: Elektabilitas Ahok 45,5 Persen, Tidak Anjlok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.