Agus dan Anies Dekati Partai Idaman, Siapa Didukung Rhoma?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, tiba di Kecamatan Koja, Jakarta, 9 Januari 2017. Tempo/Ammy Hetharia/Magang

    Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, tiba di Kecamatan Koja, Jakarta, 9 Januari 2017. Tempo/Ammy Hetharia/Magang

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan, hadir dalam acara syukuran lolosnya Partai Islam Damai Aman atau Idaman dalam verifikasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Minggu, 8 Januari 2017. Keduanya berharap dapat dukungan dari partai besutan Rhoma Irama tersebut.

    "Kami ingin bergandengan tangan dengan siapa pun," ujar Agus dalam siaran pers, Senin 9 Januari 2017. Menurutnya, sebagai elemen bangsa yang memiliki harapan agar Jakarta memiliki kemajuan dan dipimpin seseorang yang benar-benar memperhatikan aspirasi warganya.

    Rhoma mengatakan belum menentukan akan mendukung pasangan calon mana dalam Pilkada 2017. Walaupun begitu, komunikasi dengan calon gubernur nomor urut 1 dan 3 sudah dibilang intensif. Rhoma menambahkan, akan mengumumkan dukungannya setelah rapat pleno.

    Adapun Partai Idaman mengadakan Tasyakuran Rakernas di Soneta Record Indonesia. Dalam acara ini, H Rhoma Irama mengundang dua calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono.

    "Saya ingin menyampaikan selamat kepada Pak Rhoma Irama dan Partai Idaman. Mudah-mudahan berhasil menjalankan seluruh amanah dan rencana yang dititipkan," kata Anies.

    Agus juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Partai Idaman. "Mudah-mudahan bisa tumbuh dan berkembang menjadi partai politik yang baik," kata Agus.

    Partai Idaman resmi menjadi partai politik pada Desember 2016. Rhoma mengatakan keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-31 AH.11.01 Tahun 2016.

    AMMY HETHARIA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.