Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Muhammad Nuh Diduga Stres

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Orang-orang di sekitar Muhammad Nuh menduga pelaku pengeboman restoran A&W, Plaza Kramat Jati Indah, Jakarta Timur, itu mengalami stres. Sejumlah tetangga menuturkan pria lajang berumur 36 tahun itu sering terlihat melamun. Saat membetulkan alat elektronik, misalnya, Nuh alias Kholid kadang tertawa sendiri. "Sering saya tegur, tapi dia malah senyum-senyum," kata M. Adnan, guru mengaji Kholid, kemarin. Oemar Syarif, 50 tahun, tetangga sebelah Kholid, juga mempunyai dugaan serupa. Beban hidup sebagai seorang penganggur, menurut dia, membuat Kholid hidup dalam tekanan. Apalagi ujian hidup pun seperti terus mendera Kholid. Empat bulan lalu, misalnya, ibunda Kholid, Nani Sahrani, meninggal di usia 65 tahun. Saat Nani menderita lumpuh akibat stroke selama dua tahun, Kholid yang mengurus dan membiayai semua keperluan sang ibu. Adapun sang bapak, Haji Taba, telah meninggal sembilan tahun silam. Semasa kecil, Kholid juga kenyang melewati masa susah. Saat di bangku sekolah dasar, Kholid menjadi kuli panggul. Masuk sekolah teknologi menengah, dia bekerja sebagai loper koran. Selain untuk membiayai sekolah, hasil keringat Kholid digunakan untuk menghidupi keluarga. Maklum, ayahnya selama bertahun-tahun menganggur. Saat kesulitan ekonomi terus mendera, ujian lain datang. Tujuh saudara kandung Kholid satu per satu meninggal. Yang tersisa tinggal seorang kakak perempuan bernama Salamah. Semua beban hidup itu membuat Kholid makin tertutup dan pendiam. Di usia remaja, dia nyaris tak memiliki teman. "Dia dikenal kuper (kurang pergaulan)," kata Nana, sepupu Kholid. "Nggak pernah punya pacar," Salamah menambahkan. Meski pendiam, Kholid termasuk rajin mengikuti berita televisi. Kegemarannya antara lain menyimak berita menyangkut Amerika. Itu bukan karena ia suka Amerika. Kholid malah membenci setengah mati negeri adidaya itu. "Amerika sombong. Penjajah negara-negara muslim." Itulah kata-kata yang sering terlontar dari Kholid. Kepada Oemar, tetangga sebelah, Kholid berkali-kali menyatakan ingin mati syahid.Ninin Damayanti
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


TNI AU Selidiki Ledakan TNT Usai Latihan Paskhas di Rokan Hulu

20 Juli 2017

Ilustrasi Ledakan
TNI AU Selidiki Ledakan TNT Usai Latihan Paskhas di Rokan Hulu

Kepala Dispen TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya menyebut pihaknya segera menyelidiki ledakan di Rokan Hulu yang diduga dari amunisi.


Ancam Bom ke Gedung DAAI TV di Medan, Pria Ini Ditangkap

5 Januari 2017

Ilustrasi bom. Boards.ie
Ancam Bom ke Gedung DAAI TV di Medan, Pria Ini Ditangkap

"Dia menuliskan, 'I Love ISIS. Kami telah beri kejutan di 5 titik di gedung DAAI TV.'"


Penjara Tak Membuatnya Jera

22 November 2016

Penjara Tak Membuatnya Jera

Bom gereja meledak lagi. Kali ini sasarannya adalah Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Pelakunya, Juhanda, mantan narapidana teroris bom buku 2011. Sebagai bangsa, kita telah "terperosok pada lubang yang sama".


Bom di Samarinda, GMKI Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi  

14 November 2016

Warga mengamati TKP ledakan bom molotov di Gereja Oikumene  Samarinda, Kaltim, 13 November 2016. Seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga. TEMPO/Firman Hidayat
Bom di Samarinda, GMKI Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi  

GMKI mengutuk keras pengeboman yang melukai empat orang anak di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Ahad kemarin.


Polisi Tangkap Pensiunan Tentara Terduga Pelaku Teror Bom  

3 November 2016

Ilustrasi bom. Boards.ie
Polisi Tangkap Pensiunan Tentara Terduga Pelaku Teror Bom  

Bom bensin itu dilengkapi pemicu pengatur waktu berupa jam dinding.


Bom Paku Bunuh Kerbau di Yogyakarta  

2 November 2016

Ilustrasi bom. Boards.ie
Bom Paku Bunuh Kerbau di Yogyakarta  

Bom meledak ketika kerbau paling belakang menginjaknya.


Ledakan di Rumah Kost Makassar, Diduga Bom

17 Mei 2016

Ilustrasi. (Unay Sunardi/TEMPO)
Ledakan di Rumah Kost Makassar, Diduga Bom

Akibat ledakan, dua penghuni kost terluka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.


Cara Warga Jakarta Mempraktekkan #KamiTidakTakut pada Teror

15 Januari 2016

Sejumlah polisi berjaga di dekat tiga warga yang tergeletak di jalan usai terkena bom di dekat pos polisi di kawasan Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Cara Warga Jakarta Mempraktekkan #KamiTidakTakut pada Teror

Tagar #KamiTidakTakut menjadi trending topic Twitter. Ini cara orang Jakarta mempraktekkannya.


Nenek Ini Becanda Bawa Bom di Bandara Yogya, Bui Menanti

8 Januari 2016

Calon penumpang terlihat membawa banyak barang bawaan pada pintu keberangkatan di Bandara Internasional Adisucipto, di Yogyakarta, 21 Juli 2015. TEMPO/Pius Erlangga
Nenek Ini Becanda Bawa Bom di Bandara Yogya, Bui Menanti

Seorang nenek berusia 69 tahun, calon penumpang Lion Air, batal ke Jakarta gara-gara bercana membawa bom dan granat.


Sudirman Timsar Klarifikasi Soal Teror Bom

1 September 2015

Sudirman Timsar Zubil, tokoh Forum Umat Islam Sumatera Utara. TEMPO/Elik S
Sudirman Timsar Klarifikasi Soal Teror Bom

Sudirman Timsar Zubil membantah sebagai pelaku peledakan Masjid Nurul Iman, Padang.