Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Knalpot Bising, Satu Orang Tewas dalam Duel di Kompleks Tentara  

Editor

Ali Anwar

image-gnews
Ilustrasi perkelahian/kekerasan/penganiayaan. Shuttertock
Ilustrasi perkelahian/kekerasan/penganiayaan. Shuttertock
Iklan

TEMPO.COBekasi - Satu orang tewas dalam duel di Kompleks Komando Logistik TNI Angkatan Darat (Kologad), Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Ahad malam, 18 Juni 2017. Duel disebabkan oleh suara knalpot yang bising.

Juru bicara Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing, mengatakan korban tewas, Deny Andhika Tumboimbela, 36 tahun, mengalami luka bacok di punggung sepanjang 15 sentimeter dan di ketiak 30 sentimeter. "Korban dibacok menggunakan parang oleh pelaku, Felix William," kata Erna, Senin, 19 Juni 2017.

BacaTentara Ditusuk, Pengemudi Ayla Tabrak Peserta Sahur on the Road

Seusai kejadian, Felix William (41) ditangkap polisi di rumahnya. Penyidik Kepolisian Sektor Pondok Gede menyita sebilah parang yang dipakai untuk membacok korban sampai meregang nyawa. "Tersangka masih diperiksa penyidik secara intensif untuk mendalami motifnya," kata Erna.

Erna menjelaskan, peristiwa itu bermula saat Felix menggeber sepeda motornya pada Ahad sore. Korban Deny menegur, tapi Felix tidak terima, hingga kemudian terjadi perkelahian. Warga yang melihat kemudian melerai keduanya. "Sehabis Isya, pelaku kembali menggeber-geber," kata Erna.

Korban kembali menghampiri pelaku dan menegur. Rupanya, pelaku sudah menyiapkan senjata tajam jenis parang. Perkelahian kembali terjadi hingga korban dibacok secara membabi buta oleh pelaku. "Korban dibawa ke Rumah Sakit Mas Mitra Jatimakmur, tapi nyawa korban tidak tertolong," kata Erna.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pondok Gede Ajun Komisaris Dimas Setya Wicaksono mengatakan pihaknya setelah mendapatkan laporan segera meluncur ke lokasi kejadian. Setelah memeriksa sejumlah saksi, pihaknya menangkap tersangka Felix di rumahnya tanpa perlawanan. "Motif sementara karena tak suka ditegur, kami masih mendalaminya," kata Dimas.

Baca jugaPolri Janji Menindak Oknum Brimob Pengintimidasi Wartawan Antara

Warga setempat mengaku pelaku memang sering berbuat onar di lingkungannya, sehingga dianggap cukup meresahkan dan mengganggu ketenangan warga. Puncaknya terjadi semalam, seorang warga menegur sampai terlibat duel.

ADI WARSONO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengenal Seluk-beluk Hukuman Penjara Seumur Hidup dalam KUHP

1 jam lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Mengenal Seluk-beluk Hukuman Penjara Seumur Hidup dalam KUHP

Hukuman ini diatur di Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 12 KUHP, yang memberikan kerangka hukum terkait pelaksanaan dan pengertian penjara seumur hidup.


Jejak Kasus Altaf di Pembunuhan Mahasiswa: Dari Hukuman Mati Hingga Vonis Seumur Hidup

12 jam lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Jejak Kasus Altaf di Pembunuhan Mahasiswa: Dari Hukuman Mati Hingga Vonis Seumur Hidup

Altafasalya Ardnika Basya, atau yang lebih dikenal sebagai Altaf, menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan masyarakat, khususnya komunitas akademik UI.


Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI oleh Altaf si Kakak Tingkat yang Lolos dari Hukuman Mati

16 jam lalu

Tersangka Altafasalya Ardnika Basya (23) saat rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di tempat kejadian perkara (TKP) Indekos Apik Zire, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa, 22 Agustus 2023. Polres Metro Depok menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa Sastra Rusia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Muhammad Naufal Zidan alias MNZ (19) oleh kakak tingkatnya Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23). Motif pembunuhan tersebut dilarenakan pelaku yang sedang terlilit tunggakan bayar kos hingga pinjaman online (pinjol), pelaku sempat mencuri sejumlah barang pribadi milik korban, mulai dari laptop MacBook, Hp iPhone hingga dompet. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI oleh Altaf si Kakak Tingkat yang Lolos dari Hukuman Mati

Kronologi kasus pembunuhan mahasiswa UI Naufal Zidan, oleh kakak tingkat Altafasalya Ardnika Basya alias Altaf.


Polisi Ungkap Motif Kakek di Bekasi Tersangka Pembunuhan dan Pencabulan Anak Perempuan 9 Tahun

4 hari lalu

Didik Setiawan, 61 tahun, tersangka pembunuhan dan pencabulan anak di Bekasi. Tempo/Adi Warsono
Polisi Ungkap Motif Kakek di Bekasi Tersangka Pembunuhan dan Pencabulan Anak Perempuan 9 Tahun

Motif tersangka pembunuhan dan pencabulan itu diketahui berdasarkan penyelidikan polisi bersama Apsifor, KPAD dan DP3A.


Bos Rental Mobil Dituduh Maling di Pati, Polisi Kejar Pelaku yang Pukul Korban Pakai Batu

5 hari lalu

Satreskrim Polresta Pati menggelar olah TKP di lokasi amuk massa yang menewaskan bos rental mobil di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. POLRESTA PATI
Bos Rental Mobil Dituduh Maling di Pati, Polisi Kejar Pelaku yang Pukul Korban Pakai Batu

Korban dikeroyok hingga tewas usai diteriaki maling saat mengambil mobil rentalnya di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati


Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok di Pati, Jumlah Tersangka Bertambah

5 hari lalu

Markas Polresta Pati, Jawa Tengah. Foto: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok di Pati, Jumlah Tersangka Bertambah

Pengusaha rental mobil tewas dikeroyok usai diteriaki maling saat mengambil kendaraannya di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah


Anak Ferdy Sambo Ulang Tahun, Putri Candrawathi Kirim Kado dari Balik Penjara

6 hari lalu

Putri Candrawathi, terpidana kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, menjalani medical checkup di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu, 23 Agustus 2023 [istimewa]
Anak Ferdy Sambo Ulang Tahun, Putri Candrawathi Kirim Kado dari Balik Penjara

Setelah menjadi penghuni tetap Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tangerang, Putri Candrawathi rajin mengikuti bimbingan kerja.


TPNPB Tembak Warga: Korban Dibunuh Begitu Buka Pintu

6 hari lalu

Pasukan TPNPB OPM di Kampung Pogapa, Intan Jaya, Papua Tengah. Dokumentasi TPNPB.
TPNPB Tembak Warga: Korban Dibunuh Begitu Buka Pintu

TPNPB-OPM mengakui telah menembak mati seorang warga yang diduga mata-mata pemerintah Indonesia pada Kamis, 6 Juni 2024.


Pemilik Rental Mobil Diteriaki Maling Tewas Dikeroyok, Dua Orang jadi Tersangka

6 hari lalu

Ilustrasi Pengeroyokan.
Pemilik Rental Mobil Diteriaki Maling Tewas Dikeroyok, Dua Orang jadi Tersangka

Pemilik rental mobil asal Jakarta tewas dikeroyok usai diteriaki maling saat mengambil kendaraannya di Pati, Jawa Tengah


Pembunuhan Vina: Kuasa Hukum Pegi Minta Gelar Perkara Khusus kepada Kapolri, Apa Alasannya?

9 hari lalu

Petugas Kepolisian menggiring tersangka kasus pembunuhan Pegi Setiawan untuk dihadirkan pada konferensi pers yang digelar di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Minggu 26 Mei 2024. Polda Jabar berhasil menangkap Pegi Setiawan alias perong atas dugaan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2015 silam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pembunuhan Vina: Kuasa Hukum Pegi Minta Gelar Perkara Khusus kepada Kapolri, Apa Alasannya?

Kuasa hukum Pegi Setiawan meyakini Polda Jabar salah tangkap.