Idul Fitri, Ada 4 Titik Rawan di Malam Takbiran di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap tipis menyelimuti kawasan Masjid Istiqlal di Jakarta, 26 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Kabut asap tipis menyelimuti kawasan Masjid Istiqlal di Jakarta, 26 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Muhammad Iriawan mengatakan ada empat titik rawan yang menjadi perhatian ekstra aparat Polda Metro Jaya selama malam takbiran menyambut Idul Fitri dan operasi Ramadan 2017 di Jakarta.

    "Untuk pengamanan, kami sudah siagakan personel di beberapa titik," katanya setelah meresmikan Masjid Al Ikhlas Polresta Depok, Jumat, 23 Juni 2017.

    Baca: Kapolda Imbau Warga Jakarta Tidak Takbiran Keliling

    Iriawan tidak mau menjelaskan lebih lanjut empat titik yang dia sebut menjadi lokasi rawan. Namun, kata dia, polisi telah mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sana. Selain itu, Polda Metro Jaya juga mendirikan 102 pos pengamanan untuk operasi Ramadniya tahun ini.

    "Kami juga telah menyiapkan 16 ribu personel untuk pengamanan malam takbiran. Semoga semua lancar dan tidak ada masalah," ucapnya.

    Selain itu, kata Iriawan, titik yang menjadi perhatian adalah Masjid Istiqlal. Sebab, Presiden Joko Widodo akan hadir di masjid tersebut untuk mengikuti salat Idul Fitri 1438 Hijriah. Ia menuturkan, tahun ini, Presiden memilih Masjid Istiqlal untuk salat Ied.

    Baca: Pemudik dari Pantura Mulai Padati Jalur Tengah

    "Biasanya, Presiden salat Idul Fitri di luar Jakarta," ujarnya. Seusai salat Ied, kata dia, Presiden juga akan melakukan open house di rumah dinasnya bagi pejabat dan masyarakat yang mau bersilaturahmi dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

    Ia menambahkan, pemudik juga diharapkan mengunci seluruh pintu dan jendela serta memperhatikan kompor dan kelistrikan di rumah yang ditinggalkan selama pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri. Selain itu, pemudik diharapkan menitipkan kendaraan ke polisi atau TNI yang berada di dekat lingkungan rumahnya. "Kantor polisi menerima kendaraan yang dititipkan pemudik," tuturnya.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.