Ini Harapan IPW Kepada Kapolda Metro yang Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwira tinggi polri Irjen Unggung Cahyono (kiri), Irjen Muhammad Iriawan, Irjen Idham Azis, Brigjen Pol Martuani Sormin dan Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja saat mengikuti pelantikan serah terima jabatan oleh kapolri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 26 Juli 2017. Mutasi perwira tinggi polri berdasarkan telegram rahasia nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Perwira tinggi polri Irjen Unggung Cahyono (kiri), Irjen Muhammad Iriawan, Irjen Idham Azis, Brigjen Pol Martuani Sormin dan Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja saat mengikuti pelantikan serah terima jabatan oleh kapolri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 26 Juli 2017. Mutasi perwira tinggi polri berdasarkan telegram rahasia nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mengatakan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya yang baru, Inspektur Jenderal Idham Azis, menghadapi tantangan berat dalam melayani publik di Jakarta. Idham diharapkan dapat melakukan terobosan.

    Ketua Presidium IPW Neta S. Pane menuturkan terobosan yang diharapkan antara lain menyangkut kenyamanan lalu lintas. "Idham perlu melakukan terobosan dan rekayasa lalu lintas yang agak extreme untuk menghindari kepadatan lalu lintas," katanya, seperti dilansir keterangan tertulis, Kamis, 27 Juli 2017.

    Baca: Idham Azis, Sang Penangkap Dr. Azahari Jadi Kapolda Metro Jaya

    Neta menyarankan agar truk kontainer dilarang memasuki wilayah Jakarta, baik siang maupun malam. Dia berujar truk harus melintasi jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road, termasuk saat hendak menuju Pelabuhan Tanjung Priok. 
     
    Solusi lain yang ditawarkan IPW adalah memberlakukan skema ganjil genap bagi motor dan mobil yang melintasi Jakarta. "Jumlah kendaraan yang bergerak dan memasuki kota Jakarta bisa berkurang drastis dan kepadatan lalu lintas bisa disiasati," ujarnya. 

    Simak: Kasus Hermansyah, Janji Kapolda Metro Jaya dan Harapan Rektor ITB

    Menurut Neta, tantangan lain yang dihadapi Idam adalah ketegangan sosial pasca-pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dia mengatakan ketegangan tersebut tetap perlu dicermati agar tidak menjadi konflik sosial. Dia menilai dialog dengan tokoh masyarakat dan ulama perlu dilakukan secara intensif untuk meredakan ketegangan. Dia juga menyinggung masalah ancaman terorisme serta kejahatan dengan senjata api. 
     
    Menurut Neta, Kapolda Metro yang baru juga perlu menjelaskan kelanjutan sejumlah kasus, seperti Novel Baswedan, Rizieq Shihab, dan dugaan makar yang banyak melibatkan tokoh kritis. IPW meyakini Idham mampu melakukannya mengingat jam terbang Idam bertugas di wilayah konflik cukup mumpuni.
     
    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.