Senin, 19 Februari 2018

HUT RI ke-72, Warga Tangerang Selatan Helat Edu Games Kebangsaan

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 17 Agustus 2017 15:02 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HUT RI ke-72, Warga Tangerang Selatan Helat Edu Games Kebangsaan

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Berbagai kreatifitas dihelat warga untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Di Tangerang Selatan, sebagai contoh, warga Perumahan Cornelia Residence RT 05 RW 02, Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, menggelar perhelatan lomba Edu Games Kebangsaan.

    "Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengedukasi para warga dan anak- anak untuk mengetahui seputar negara Indonesia," kata penggagas Edu Games Kebangsaan, Riko Noviantoro, Kamis, 17 Agustus 2017.

    Baca: 17 Agustus: #Tempo17an Rayakan Kemerdekaan di Stasiun Palmerah

    Konsep dari game ini, kata Riko, seperti layaknya permainan monopoli. Di papan permainan terdapat kotak- kotak simbol dan gambar untuk pertanyaannya, seperti gambar pahlawan, gunung, dan sebagainya.

    "Disetiap kotak ada lambang dan gambar. Apabila peserta di salah satu kotak ada pertanyaan, maka harus dijawab. Pertanyaannya seputar negara Indonesia, seperti Pancasila, lagu daerah, nama pahlawan," ujar Riko.

    Permainan ini, kata Riko, setiap pemain dibekali dengan modal berupa lima pin. Bila menjawab dengan benar maka mendapatkan satu tambahan pin. Kalau tidak bisa menjawab atau salah, maka pin akan diambil oleh pihak bank.

    Baca juga: Sambut HUT RI, Kota Tangerang Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

    Peserta Edu Games Kebangsaan, Muhammad Deva, 11 tahun, mengatakan permainan ini lain dari pada yang lain dan lebih menarik. "Nambah wawasan kita. Soalnya ada pertanyaan seputar negara Indonesia. Saya juga jawabnya ada yang bisa ada yang nggak. Seru, pokoknya," kata Deva.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.