Kamis, 17 Agustus 2017

Tersangka Pembunuh Ade Sara : Saya Sakit Hati

Jum'at, 07 Maret 2014 | 19:23 WIB
Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini. Twitter.com

Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini. Twitter.com.

TEMPO.CO, Bekasi -  Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun dan kekasihnya Assyifa Rahmadhani, 18 tahun tak banyak bicara saat dihadapkan kepada wartawan. Mereka berdua hanya mengungkapkan motif pembunuhan itu karena sakit hati.

 

"Sakit hati," kata Assyifa singkat kepada wartawan di Kantor Kepolisian Resor Bekasi Kota. Begitu juga dengan kekasihnya, Hafitd, dia mengakui membunuh mantan kekasihnya, Ade Sara dengan cara disetrum, disumpal mulutnya dan dicekik. "Saya minta maaf," kata Hafitd dengan memakai baju tahanan dan menutup wajahnya.(baca: Disumpal Kertas, Ade Sara Juga Dipukul dan Disetrum)

 

Bustami, kuasa hukum tersangka Hafitd mengatakan, pihak keluarga mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada kepolisian. Keluarga mengaku meminta maaf kepada keluarga korban. (Baca : Jenazah Ade Sara Sempat Disimpan di Mobil)


 

"Tadi orang tua sudah menyerahkan kuasa kepada saya. Intinya keluarga sudah meminta maaf," kata Bustomi kepada Tempo. Lebih lanjut kata dia, pihak keluarga Hafitd meminta kepada Hafitd untuk bersabar dan rajin beribadah.

 

Sedangkan, keluarga Assyifa, kata dia, sejauh ini belum tampak menjenguk. Namun demikian, dia mengaku siap mendampingi kedua tersangka tersebut sampai proses hukum selesai. "Saya akan mendampingi sampai proses hukum selesai, mulai dari penyidikan, hingga ke pengadilan," kata dia.

ADI WARSONO

 

Berita Terpopuler
Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap
Diduga, Ade Sara Dibunuh dalam Perjalanan
Terduga Pembunuh Ade Sara Sepasang Kekasih 
Teman-teman Ade Sara Angelina Penuhi RSCM


Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.