Sehari Setelah Pemungutan Suara, Ini Kegiatan Ahok  

Kamis, 16 Februari 2017 | 21:06 WIB
Sehari Setelah Pemungutan Suara, Ini Kegiatan Ahok  
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengecek dokumen pada hari terakhir bekerja sebelum masa kampanye di Balaikota, Jakarta, 27 Oktober 2016. Mulai Jumat Ahok tidak lagi bekerja di Balai Kota. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama kembali menjalankan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, 16 Februari 2017. Sejak pagi, gubernur yang biasa disapa Ahok itu, sudah terlihat di kantornya. Tamu datang silih berganti menemuinya meski saat itu hujan turun cukup lebat.

Biasanya, seluruh agenda kegiatan gubernur terpampang di situs resmi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, www.beritajakarta.com. Namun hari ini tidak ada agenda gubernur maupun wakilnya tidak tertera dalam situs tersebut. "Enggak ke mana-mana, banyak disposisi," kata Ahok, Kamis sore, 16 Februari 2017.

Sepanjang hari, Ahok memang tidak keluar dari kantornya. Dia sibuk menerima tamu. Pada pagi hari, dia menerima kehadiran Kepala Dinas Tata Air Jakarta Teguh Hendrawan untuk membicarakan permasalahan banjir yang terjadi di sejumlah titik.

Baca: Ahok: Normalisasi Kali Solusi Mendesak Banjir Jakarta

Kemudian, siang hari, Ahok tampak menerima kehadiran sejumlah siswa sekolah menengah atas dan mereka terlihat berfoto bersama di Balairung Balai Kota.

Menjelang sore, Ahok menerima kehadiran perwakilan ahli waris dari makam keramat Habib Hasan bin Muhammad al-Haddad atau Mbah Priuk. Ahok sempat menjanjikan bantuan untuk merenovasi bangunan di tempat itu untuk dijadikan sebagai kawasan wisata religi.

Baca: Golkar Ingin Partai Koalisi AHY Dukung Ahok di Putaran Kedua

Dari hasil pertemuan itu, Ahok telah memerintahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk menyiapkan surat penetapan makam Mbah Priuk seluas tiga hektare itu sebagai cagar budaya. 

"Setelah itu baru kami minta dia buat yayasan atau apa memerlukan izin penggunaan lahan ke gubernur. Nanti kami sertifikatkan. Kira-kira 2019 baru kami ubah status lahan dari kawasan industri menjadi tempat wisata," ujar Ahok.

LARISSA HUDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru