Daging Hilang, Tukang Bakso di Depok Kebingungan  

Reporter

Editor

Ali Anwar

Jumat, 16 November 2012 19:46 WIB

Pedagang bakso melayani anak-anak jalanan yang mengantre makanan gratis di acara "One Day For Children" pada program Indonesia Bebas Anak Jalanan 2014 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/10). TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Depok- Para tukang bakso di Depok, Jawa Barat, kebingungan mencari daging sapi sebagai bahan dasar untuk membuat bakso, karena daging menghilang dari pasar. Salah seorang pedagang bakso di Pasar Kemiri Muka, Depok, Suyono, 33 tahun, mengatakan daging sapi ada kemungkinan akan hilang di pasar sampai Minggu, 18 November 2012.

"Hari ini tak ada satu pun pedagang daging (sapi) yang jualan. Mereka sudah kompak untuk mogok," kata Suyono kepada Tempo di lokasi penjualannya, Jumat, 16 November 2012.

Menurut pemilik kedai bakso Ojolali ini, informasi tentang mogok jualan itu telah beredar sejak Kamis sore lalu. Para pedagang daging sapi se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dilarang berjualan. "Saya dengar, sih, mereka nuntut masalah harga daging yang terus naik," kata Suyono.

Mendengar kabar itu, Suyono akhirnya langsung mencari daging di pasar modern pada Kamis malam. Suyono akhirnya menyerah ketika mengetahui selisih harga pasar dan harga di mal yang sangat jauh. Kalau di mal sebesar Rp 135 ribu per kilogram, sedangkan di pasar tradisional hanya Rp 80-85 ribu. "Bagaimana bisa untung kalau selisihnya sebesar itu? Saya kan biasa mengolah 50 kilogram per hari," katanya.

Suyono akhirnya mengalah dan libur jual bakso hari ini. Meski tidak menjual bakso, Suyono tetap menjual mi ayam di kedainya itu. Suyono mengaku, sejak pagi banyak sekali pelanggannya yang bertanya soal bakso. "Orang cari bakso banyak banget, tapi mau gimana lagi?"

Menurut Suyono, bukan hanya dirinya yang libur jual bakso hari ini, tapi juga semua penjual bakso. Masalahnya, bukan hanya daging yang hilang di pasar, tapi pengusaha mesin giling daging juga tutup. "Semua mesin giling di Depok tutup karena tahu daging tidak dijual," katanya. Menurut Suyono, ada sebagian penjual yang hendak mencari mesin penggiling di luar Depok jika mereka mendapatkan daging esok hari. "Kami dengar mesin giling juga tutup sampai tiga hari, makanya ada yang mau cari ke Bogor."

Suyono mengatakan, tanpa menjual bakso, omzet penjualannya turun drastis. Biasanya, dia bisa menjual sampai Rp 8 juta untuk bakso saja per hari. Sedangkan mi ayam hanyalah pelengkap di kedainya. Kedai bakso Ojolali yang biasanya tutup pada pukul 20.00 ini pun harus tutup lebih cepat hari ini, yakni pukul 13.30. "Kami memang bergantung pada daging sapi," kata dia.

Suyono berharap para penjual daging bisa secepatnya menyelesaikan masalahnya. Kemarin, kata Suyono, memang ada orang yang menakuti para pedagang daging. Kalau mereka berjualan hari ini, jualannya akan diangkut dan dikenai denda sebesar Rp 25 juta. "Mereka jadi takut, makanya tadi pagi-pagi sekali ada polisi yang jaga," katanya.

Hal senada dikatakan oleh penjual bakso lainnya di Jalan Arif Rahman Hakim, Muhammad Adi, 29 tahun. Dia juga mengaku tidak menjual bakso hari ini karena tidak mendapatkan bahan daging sapi. "Sampai besok tidak bisa jualan bakso karena tidak ada daging," katanya.

Kedai bakso Adi hanya menjual mi Aceh. Padahal, di bagian depan kedai itu tertulis bakso dan mi Aceh. Adi mengaku tidak tahu-menahu alasan kenapa daging sapi hilang di pasar. "Saya enggak tahu sih alasannya apa, tapi saya dengar ada demo," kata dia.

Salah satu pembeli di Pasar Kemirimuka, Nur Jannah, 47 tahun, membenarkan bahwa hari ini tidak ada penjualan daging di pasar Depok. "Ipar saya penjual daging. Dia tak berani jual hari ini karena takut didenda," katanya. Warga Pondok Cina, Beji, ini mengatakan para pedagang tidak mau mengambil resiko. Mau tidak mau mereka harus sepakat dengan kelompoknya. "Daripada didenda Rp 25 juta," kata dia.

ILHAM TIRTA


Berita Lainnya:

BP Migas Bubar, Pertamina Diarahkan Seperti Petronas
Pemerintah Cuci Tangan Soal Bau Amis Tender E-KTP
Karyawan Dipecat, Tiga Nyawa Melayang
Karyawan BP Migas Lega atas Keputusan Menteri ESDM
Terlambat, Firman Utina cs Tak Bisa Ikut Timnas

Berita terkait

Mentan Minta Madura Kembali Wujudkan Swasembada Pangan

23 menit lalu

Mentan Minta Madura Kembali Wujudkan Swasembada Pangan

Indonesia pernah swasembada pada 2017, 2019, dan 2020. Pertanian di Madura punya potensi besar menjadi lumbung pangan.

Baca Selengkapnya

Mentan Amran Tinjau Pertanaman Padi di Sulawesi Selatan

2 hari lalu

Mentan Amran Tinjau Pertanaman Padi di Sulawesi Selatan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau jalanya pertanaman padi di sejumlah sentra wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Selengkapnya

Aneka Kegiatan dan Kebutuhan Syahrul Yasin Limpo dari Urunan Pegawai Kementan: dari Sapi Kurban, Umrah, hingga Bayar ART

5 hari lalu

Aneka Kegiatan dan Kebutuhan Syahrul Yasin Limpo dari Urunan Pegawai Kementan: dari Sapi Kurban, Umrah, hingga Bayar ART

Persidangan perkara dugaan pemerasan oleh bekas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di lingkungan Kementan terkuak fakta-fakta baru.

Baca Selengkapnya

Serikat Petani Indonesia Dukung Penuh Pompanisasi

5 hari lalu

Serikat Petani Indonesia Dukung Penuh Pompanisasi

SPI mendorong semua anggota menggunakan fasilitas pompa dalam mengantisipasi musim kering dampak el Nino.

Baca Selengkapnya

Auditor BPK Disebut Minta Rp 12 Miliar untuk Menerbitkan WTP Kementerian Pertanian era Syahrul Yasin Limpo

5 hari lalu

Auditor BPK Disebut Minta Rp 12 Miliar untuk Menerbitkan WTP Kementerian Pertanian era Syahrul Yasin Limpo

Permintaan itu agar Kementerian Pertanian mendapat predikat WTP dari BPK karena ada kejanggalan anggaran proyek food estate era Syahrul Yasin Limpo.

Baca Selengkapnya

Syahrul Yasin Limpo Bantah Kesaksian 4 Anak Buah di Kementan: Jangan Bela Saya, Jawab Pakai Hati

5 hari lalu

Syahrul Yasin Limpo Bantah Kesaksian 4 Anak Buah di Kementan: Jangan Bela Saya, Jawab Pakai Hati

Bekas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sempat membantah kesaksian empat mantan anak buahnya di lembaga itu dalam persidangan.

Baca Selengkapnya

4 Pejabat Kementan Mengaku Terpaksa Penuhi Permintaan Syahrul Yasin Limpo karena Takut Dipecat

5 hari lalu

4 Pejabat Kementan Mengaku Terpaksa Penuhi Permintaan Syahrul Yasin Limpo karena Takut Dipecat

Empat pejabat di Kementerian Pertanian kompak menjawab terpaksa memenuhi permintaan Syahrul Yasin Limpo karena takut dipecat atau dimutasi.

Baca Selengkapnya

Syahrul Yasin Limpo Disebut Minta Honor Narasumber Rp10 Juta padahal Maksimal Rp4 Juta

5 hari lalu

Syahrul Yasin Limpo Disebut Minta Honor Narasumber Rp10 Juta padahal Maksimal Rp4 Juta

Bendahara Dirjen PSP Kementerian Pertanian mengaku diminta menyiapkan Rp10 juta untuk honor Syahrul Yasin Limpo sebagai narasumber

Baca Selengkapnya

Saksi Akui Diminta Sewa Pesawat Rp 1,4 Miliar untuk Kunjungan Kerja Syahrul Yasin Limpo ke Maluku dan Anggarkan Beli 12 Sapi Kurban

6 hari lalu

Saksi Akui Diminta Sewa Pesawat Rp 1,4 Miliar untuk Kunjungan Kerja Syahrul Yasin Limpo ke Maluku dan Anggarkan Beli 12 Sapi Kurban

Hermanto diminta untuk menyediakan uang di luar anggaran Kementerian Pertanian untuk membeli sapi kurban buat Syahrul Yasin Limpo.

Baca Selengkapnya

Kementan Optimalkan Distribusi Pupuk Bersubsidi dan Bantuan Alsintan

6 hari lalu

Kementan Optimalkan Distribusi Pupuk Bersubsidi dan Bantuan Alsintan

Kementan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani Jawa Barat, juga memberi bantuan 10.000 pompa air.

Baca Selengkapnya