Sabtu, 20 Oktober 2018

Sitok Srengenge Mundur dari Komunitas Salihara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sitok Srengenge. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sitok Srengenge. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Salihara resmi menerima pengunduran diri salah satu kuratornya, penyair Sitok Srengenge. Sitok mengajukan pengunduran diri karena dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW. Perempuan 22 tahun itu mengadu telah menjadi korban eksploitasi seksual sampai hamil 7 bulan.

    Dalam rilisnya, Selasa, 3 Desember 2013, Komunitas Salihara menyatakan bahwa mereka "sangat menghormati keputusan pelapor untuk mengadukan kasusnya kepada kepolisian". Institusi kesenian itu menegaskan bahwa mereka "menyadari betapa beratnya bagi seorang perempuan untuk melaporkan pemaksaan hubungan seks, kehamilan di luar nikah, dan penelantaran."

    Karena itu, Komunitas Salihara juga menegaskan bahwa mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan. "Kami berharap melalui proses hukum ini tercapai jaminan perlindungan bagi korban dan rasa keadilan."

    Pada bagian terakhir rilisnya, Komunitas Salihara mengaku sudah melakukan pemeriksaan internal terkait kasus yang dihadapi Sitok. Dari pemeriksaan itu, Komunitas Salihara menilai, bahwa "kasus yang diadukan ini tidak melibatkan pemanfaatan fasilitas dan jabatan di Komunitas Salihara."

    RILIS | WD


    Topik Terhangat:
    Sitok Dituduh Hamili Wanita | HIV/AIDS dan Kondom | Kecelakaan Paul Walker | Polwan Berjilbab | Jokowi Nyapres

    Berita Terpopuler:
    Dituding Pencitraan, Jokowi: Salahkan Media 
    KPK Rekrut Tentara sebagai Kepala Keamanan 
    Ini SMS Bu Pur ke Ani SBY Soal Proyek di Kemenpora
    Usul MK Dibubarkan, Rhoma Irama Diminta Simak UUD 
    Soal Jilbab Polwan, SBY Minta Polri Proporsional 
    Ini Fakta Porsche GT Perenggut Nyawa Paul Walker


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.