Anies Baswedan Akan Evaluasi Fasilitas Publik yang Tak Ramah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, meninjau pembangunan jalanan terowongan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Selasa, 17 Oktober 2017. TEMPO/Larissa

    Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, meninjau pembangunan jalanan terowongan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Selasa, 17 Oktober 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengevaluasi semua fasilitas umum di Jakarta. Menurut Anies, sejumlah fasilitas di Ibu Kota masih belum ramah terhadap disabilitas, lanjut usia, serta ibu hamil.

    Anies mencontohkan jembatan penyeberangan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Iya banyak sekali. Memang benar memang banyak fasilitas umum yang hari ini tidak dirancang untuk ramah bagi penyandang disabilitas, pada ibu mengandung, lansia, dan orang tua," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Kamis, 9 November 2017.

    Selain jembatan penyeberangan, Anies masih melihat sejumlah jembatan menuju halte Transjakarta, yang tidak ramah disabilitas. Hal tersebut juga pernah ia ungkapkan saat meninjau langsung halte Transjakarta di Dukuh Atas beberapa waktu lalu. "Itu nanti akan kami review satu-satu," ucapnya.

    Dalam pembenahan fasilitas umum, Anies ingin membuat kebijakan yang tidak hanya untuk jangka pendek, melainkan jangka panjang. Dia menginginkan solusi yang diputuskan nanti bisa memudahkan banyak pihak.

    Meski begitu, Anies Baswedan enggan menjelaskan secara detail solusi yang akan ditawarkan. Ia masih menunggu sejumlah kajian, termasuk solusi untuk menata kawasan Pasar Tanah Abang. "Nanti kami lihat. Sesudah final nanti, kami akan sampaikan," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.