Menhub dan Anies Baswedan Bentuk Tim Kecil Bahas Transportasi DKI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kemacetan di kawasan Kalimalang, Jakarta, 4 Desember 2017. Tempo/Ilham Fikri

    Suasana kemacetan di kawasan Kalimalang, Jakarta, 4 Desember 2017. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sepakat membentuk panitia kecil untuk membahas permasalahan transportasi di DKI. Tim kecil tersebut dibentuk untuk menghindari birokrasi yang berbelit dan bertugas sebagai koordinator antara pemerintah DKI dan Kementerian Perhubungan. 

    "Kami sepakat berkoordinasi membentuk panitia kecil membahas DKI," kata Budi Karya Sumadi setelah bertemu dengan Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 4 Desember 2017.

    Tema yang akan dibahas tim kecil itu mengenai mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan pembangunan jalur lingkar layang atau elevated loop line. Tim tersebut akan berisi orang-orang dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Direktur Jenderal Perkeretaapian, Dinas Perhubungan DKI, dan PT Kereta Api Indonesia.

    Baca: Anies Baswedan Optimistis LRT Siap Sebelum Asian Games

    Anies menambahkan, pemerintah DKI perlu berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan lantaran permasalahan transportasi di DKI tidak hanya menyangkut penduduk DKI. Tapi juga mobilitas penduduk di wilayah luar Jakarta yang membutuhkan solusi lintas wilayah.

    Menurut dia, ide-ide pemerintah DKI terkait dengan transportasi massal, loop line, dan transit oriented development sudah sejalan dengan Kementerian Perhubungan. "Jadi kami akan siap bekerja bersama dengan bapak-bapak ibu di Kementerian. Nanti ada tim kecil melakukan koordinasi membahas tindak lanjut," ujar Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.