Kenyamanan Kereta Bandara dari Soekarno-Hatta ke Sudirman Baru

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (KA Basoetta) tiba di Stasiun Sudirman Baru saat uji coba perdana di Jakarta, 25 November 2017. Uji coba perdana pengoperasian Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta ini untuk menguji jalur yang dilalui sebelum diresmikan oleh Menteri BUMN pada awal Desember. ANTARA FOTO

    Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (KA Basoetta) tiba di Stasiun Sudirman Baru saat uji coba perdana di Jakarta, 25 November 2017. Uji coba perdana pengoperasian Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta ini untuk menguji jalur yang dilalui sebelum diresmikan oleh Menteri BUMN pada awal Desember. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -Kereta Bandara Soekarno-Hatta batal beroperasi pada Jumat, 1 Desember 2017. Padahal sejumlah calon penumpang sudah menunggu pengoperasian kereta bandara dengan rute Soekarno-Hatta ke Sudirman Baru bolak-balik. Seperti yang tampak pada Senin, 4 Desember 2017, beberapa calon penumpang kecele saat mendatangi stasiun Sudirman Baru, Jakarta Pusat.

    Tempo berkesempatan menjajal kereta bandara saat Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meninjau pengoperasian moda transportasi itu, Selasa, pekan lalu, 28 November 2017.

    Saat itu Rini yang baru tiba dari kunjungan kerja ke Semarang, menjajal kereta bandara dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru. Rini tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pukul 13.00. "Halo," kata dia menyambut para awak media di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Selasa, 28 November 2017.
    Baca : Menteri Rini: Tarif Kereta Bandara Tidak Disubsidi

    Dari Terminal 3, Rini menggunakan Skytrain menuju Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang butuh waktu beberapa menit saja. Skytrain Bandara Soetta mulai beroperasi 17 September lalu. Rini dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi datang saat peresmiannya.

    Setibanya di stasiun, Rini mendapat penjelasan dari seorang petugas tentang progres pembangunan Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Diketahui progres pembangunan stasiun telah mencapai 97,75 persen.

    Setelah itu, Rini pun menjajal membeli tiket di vending machine yang tersedia di salah satu sudut stasiun. Menggunakan kartu kredit Rini berhasil membelinya. "Yee berhasil," kata dia. Usai itu, Rini bergegas menuju peron, tempat kereta bandara terparkir.

    Gerbong kereta bandara berwarna putih dengan garis biru dan oranye di sisinya. Kereta terdiri dari enam gerbong yang diklaim mampu mengangkut 272 penumpang.

    Petugas berada di bangku penumpang saat uji coba perdana Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (KA Basoetta) di Tangerang, Banten, 25 November 2017. ANTARA FOTO

    Memasuki bagian dalam kereta, terdapat empat TV LED di ujung gerbong yang menginformasikan suhu ruangan dan kecepatan kereta. Di dekatnya terdapat rak penyimpanan koper penumpang.

    Bangku penumpang didesain seperti laiknya kereta api kelas eksekutif. Bangkunya memilki sandaran tangan dan kemiringannya dapat diatur. Jarak antar bangku sekitar 50 centimeter. Terdapat pula fasilitas pengisi daya telepon seluler di tiap bangku.
    Simak juga : Operasional Kereta Bandara Kemungkinan Bakal Molor Lagi

    Selain itu, kereta bandara juga terdapat fasilitas khusus difabel berupa bangku di dekat pintu masuk dengan fasilitas penyimpanan kursi roda. Toiletnya pun cukup bersih dengan pemisahan antara toilet laki-laki dan perempuan.

    Kereta bandara meluncur dari Stasiun Soekarno-Hatta pukul 13.45. Kereta melalui rute Stasiun Soekarno-Hatta-Batu Ceper-Duri-Sudirman Baru. Dari Stasiun Soetta hingga Batu Ceper yang berjarak 12 km, kereta berjalan dengan kecepatan di bawah 50 km/jam. "Di situ rel baru memang masih pelan karena menunggu pemadatan," kata Rini Soemarno.

    Selepas dari stasiun Batu Ceper, laju kecepatan kereta bandara bertambah hampir sekitar 70 km/jam. Kereta tiba di Stasiun Sudirman Baru sekitar pukul 15.00 alias butuh waktu sekitar satu jam dari Stasiun Bandara Soetta.Tak jauh berbeda dari klaim pemerintah yang menyatakan waktu tempuhnya 55 menit.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.