Anies Baswedan Jelaskan Natal di Monas Dibiayai APBD DKI

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan para tokoh agama di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 23 November 2017. Pertemuan ini membahas rencana Monumen Nasional sebagai lokasi acara keagamaan. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Suasana saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan para tokoh agama di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 23 November 2017. Pertemuan ini membahas rencana Monumen Nasional sebagai lokasi acara keagamaan. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, pemerintah daerah akan memfasilitasi peringatan Natal di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 5 Januari 2018.

    “Anggarannya dari APBD DKI,” kata Anies setelah menghadiri acara perayaan Natal yang diadakan pegawai pemerintah DKI Jakarta di Balai Samudra, Jakarta Utara, pada Jumat malam, 8 Desember 2017.

    Baca juga: Setelah Reuni 212, Sandiaga Uno: Akan Ada Perayaan Natal di Monas

    Acara ini dihadiri sekitar 3.000 orang yang terdiri atas staf dan keluarga pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang beragama Nasrani. “Saya sangat mengapresiasi," kata Anies, yang didampingi ketua panitia, Michael Roalndi Cesnanta Brata.

    Anies menjelaskan, panitia Natal di Monas sudah dua kali mengadakan rapat. Dia belum mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan.

    “Infonya pelan-pelan ya, dikit-dikit,” katanya.

    Michael Roalndi Cesnanta Brata mengatakan panitia acara peringatan Natal di Monas mengundang warga seluruh gereja di Jakarta.   

    “Yang spesial perayaan Natal di Monas adalah akan memunculkan kebersamaan dan mengedepankan hidup sederhana di masyarakat,” kata Michael, yang juga ketua panitia peringatan Natal di Monas 2017.

    MOH KHORY ALFARIZI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.