Senin, 28 Mei 2018

FPI Unjuk Rasa karena Akunnya Diblokir, Begini Jawaban Facebook

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjuk rasa membawa spanduk berisi protes saat Aksi 121 di depan kantor Facebook, Jakarta, 12 Januari 2018. Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Alumni 212 membentuk Aliansi Tolak Kedzaliman Facebook untuk memprotes pemblokiran akun mereka di situs media sosial itu. TEMPO/Wildan Aulia Rahman

    Sejumlah pengunjuk rasa membawa spanduk berisi protes saat Aksi 121 di depan kantor Facebook, Jakarta, 12 Januari 2018. Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Alumni 212 membentuk Aliansi Tolak Kedzaliman Facebook untuk memprotes pemblokiran akun mereka di situs media sosial itu. TEMPO/Wildan Aulia Rahman

    TEMPO.CO, Jakarta – Kantor Facebook Indonesia di Gedung Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta didemo anggota Front Pembela Islam atau FPI dan organisasi kemasyarakatan lainnya pada Jumat siang, 12 Januari 2018.

    Demonstran yang menamakan diri Aliansi Tolak Kedzaliman FB itu memprotes tindakan Facebook yang memblokir beberapa akun dakwah Islam.

    Baca juga: Akun Diblokir Facebook, FPI Bikin Aliansi Baru

    Pada media sosial Facebook, FPI memiliki sejumlah akun, antara lain Fanpage Habib Rizieq Syihab, Fanpage Front Pembela Islam FPI, dan Grup Pecinta FPI.

    Pada saat berunjuk rasa, mereka memprotes penutupan akun FPI dan sejumlah akun dakwah lain.

    Menurut Ali Al-Athos, koordinator pengunjuk rasa, jika Facebook ingin memblokir hal-hal yang bersifat hate speech, seharusnya akun-akun lain yang bersifat hate speech, khususnya terhadap Islam, diperlakukan sama.

    “Akun penghina tokoh-tokoh umat Islam, akun-akun yang mengkampanyekan kemaksiatan, akun-akun yang mengkampanyekan LGBT itu dibiarkan," kata Ali.

    Kantor Facebook Indonesia dijaga polisi. Manajemen Facebook memberi pernyataan atas peristiwa ini:

    "Kami ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita maupun berhubungan dengan teman dan keluarganya. Kami terbuka apabila Facebook digunakan untuk berdiskusi mengenai beragam topik dan gagasan serta meningkatkan kesadaran akan isu yang penting bagi masyarakat. Namun kami akan menghapus konten yang melanggar Standar Komunitas yang telah ditetapkan. Standar Komunitas kami dibuat untuk mencegah adanya organisasi atau individu yang menyerukan ujaran kebencian atau kekerasan terhadap pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka."

    FADIYAH | UWD


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.