Begini Alasan Tiket Puncak Monas Tidak Dijual Secara Online

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengantre naik ke puncak monas saat peresmian wisata malam di kawasan Monas, Jakarta, 5 April 2016. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung mengantre naik ke puncak monas saat peresmian wisata malam di kawasan Monas, Jakarta, 5 April 2016. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan tiket Monas secara online dibatasi hanya untuk area cawan dan museum saja. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pengelola Kawasan Monas Arista Nurbaya mengatakan tiket menuju puncak Monas tetap dijual langsung di lokasi dan hanya bisa dibeli di Monas.

    Arista mengatakan, jika tiket puncak Monas dijual online juga, maka mereka yang tidak terbiasa dengan internet akan tidak kebagian tiket padahal sudah mengantre lama. "Azas keadilan lah yang kami tekankan," ujarnya kepada Tempo saat ditemui di areal Monas, Sabtu 27 Januari 2018.

    Alasan lain tiket puncak Monas tidak dijual online adalah kekhawatiran ada calo yang memborong tiket untuk dijual kembali. Padahal pengelola hanya menyediakan 2500 buah tiket puncak Monas per hari. Dari 2500 buah tiket, 2000 dijual mulai pukul 08.00, dan 500 buah tiket dijual di Wisata Malam yakni pada 17.30.

    Namun Arista sangat mendukung apabila tiket Monas yang dijual adalah akses menuju cawan yang tidak dibatasi jumlahnya oleh pengelola. Ia mengatakan sistem penjualan tiket online memberikan kemudahan kepada masyarakat. "Kita harus mengikuti perkembangan zaman ya," kata dia.

    Pihak pengelola berusaha memberikan informasi kepada pengunjung terkait jumlah tiket menuju Puncak Monas melalui berbagai saluran. Saluran tersebut yakni media sosial serta pengumuman visual di papan dan suara di kereta wisata.

    "Informasinya selalu kami sampaikan di depan bahwa 'Kunjungan anda dan sampai cawan saja, tiket puncak sudah habis'. Mungkin ada beberapa yang tidak mendengarkan," kata dia.

    Akses menuju puncak Monas dibatasi 2500 orang per hari karena butuh waktu lima menit untuk satu angkutan lift ke puncak. Selain itu kapasitas lift hanya 800 kilogram atau 11 orang dengan berat rata-rata orang dewasa.

    Menurut Arista penerapan sistem penjualan tiket online di Monas adalah perkara yang mudah untuk dilakukan.  Hal ini karena sistem pengaturan tiket Monas sudah menggunakan e-ticketing.

    Jumlah pengunjung Monas semakin meningkat. Pengunjung Monas pada 2017 meningkat 58,38 persen dibandingkan 2016. Sedangkan pengunjung yang menaiki puncak Monas pada 2017 meningkat 8,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Melihat peningkatan pengunjung tersebut, pengelola Monas berupaya untuk selalu merawat lift. Arista mengatakan pengelola memanfaatkan hari Senin untuk mengistirahatkan lift secara total. Selain itu petugas akan selalu memeriksa kondisi lift pada pukul 17.00 hingga 18.30 setiap hari.

    "Setelah hujan biasanya ada percikan air yang masuk ke dalam lift. Setelah turun hujan akan diperiksa oleh teknisi aman atau tidak lift tersebut beroperasi," kata dia.

    Jumat lalu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati mengusulkan agar tiket Monas dijual online. Menurutnya pengunjung Monas semakin banyak. Selain itu, dengan dijual online pengunjung bisa mengetahui jumlah kuota tiket yang tersedia.

    "Kalau mau naik beli tiketnya online. Jadi untuk meminimalisir antrean. Harus dua hari sebelumnya membeli online," ujarnya di Kantor Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Jumat, 26 Januari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.