Kamis, 16 Agustus 2018

Naturalisasi dan Jurus Atasi Banjir, Fraksi PDIP: Hanya Main Kata

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan sampah bercampur lumpur di aliran Sungai Ciliwung, kawasan Pasar Baru, Jakarta, 18 Januari 2018. Pengerukan tersebut untuk menormalkan kedalaman sungai sehingga aliran air lancar. ANTARA/Aprillio Akbar

    Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan sampah bercampur lumpur di aliran Sungai Ciliwung, kawasan Pasar Baru, Jakarta, 18 Januari 2018. Pengerukan tersebut untuk menormalkan kedalaman sungai sehingga aliran air lancar. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan bahwa rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk perbaikan Sungai Ciliwung atasi banjir dengan cara naturalisasi, hanya perubahan nama saja. Otak-atik istilah dengan normalisasi sungai di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Sama saja dengan istilah rumah susun dengan rumah lapis. “Hanya permainan kata-kata saja” kata Gembong saat dihubungi Tempo Jumat 9 Februari 2018.

    Baca : Usai Naturalisasi, Anies Baswedan Ajak Korban Banjir Tabah

    Menurut Gembong mau menggunakan istilah apapun yang paling mendasar yakni pengentasan banjir di Jakarta. Prioritasnya sekarang dengan istilah Anies Baswedan yakni naturalisasi sungai adalah berkordinasi dengan pemerintah pusat.

    “Kewenangan pembangunannya di pemerintah pusat tugas pemerintah daerah harus segera melakukan pembebasan lahan sepanjang bantaran kali agar pemerintah pusat segera bisa melakukan aksi pembangunan itu” tuturnya.

    Tahapan selanjutnya kata Gembong Pemprov DKI menyampaikan ke pemerintah pusat perkembangan pembebasan lahan. Kendalanya sekarang masyarakat tinggal di sepanjang bantaran kali tidak mau dipindahkan dari kehidupan mereka.

    “Saran saya bagaimana Pemprov menyediakan rumah sepanjang proyek yang istilah Pak Anies sebagai naturalisasi," Gembong memaparkan.

    Ketua Fraksi PDIP Perjuangan ini menambahkan bahwa Pemprov DKI harus mencarikan lahan di sekitar sungai Ciliwung untuk memindahkan warga terkena dampak normalisasi. Nanti dibangunkan rumah susun untuk mereka.

    “Sehingga mereka tidak keluar dari habitatnya kalau kemarin mereka yang tergusur dari Ciliwung dipindahkan ke Marunda itu keluar dari habitatnya ucap Gembong lagi.

     
    Sebelumnya, pada Rabu, 7 Februari 2018, tatkala berkunjung ke kawasan Pluit Jakarta Utara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa salah satu solusi menangani banjir di Jakarta adalah naturalisasi sungai. Namun, hingga dia tak menjelaskan rincian naturalisasi sungai dan bagaimana nasib program normalisasi yang sudah disetujui DPRD dan dianggarkan dalam APBD 2018.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.