Apa Pesan Sandiaga Uno Saat Resmikan Gerakan Jakarta Bersih

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengikuti acara CFD di Jalan Tomang Raya, Jakarta, 11 Maret 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengikuti acara CFD di Jalan Tomang Raya, Jakarta, 11 Maret 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membagikan secara simbolis alat-alat kebersihan kepada warga Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilakukan Sandi dalam kunjungannya meresmikan program Gerakan Jakarta Bersih.

    "Gerakan Jakarta Bersih ini memang sengaja dibuat dan akan dilakukan rutin," ujar Sandiaga Uno dalam rilis yang diterima Tempo, Sabtu, 17 Maret 2018 sore.

    Dalam kunjungannya, Sandiaga didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan Sri Yuliani, Kepala Satuan Polisi Pamang Praja Jakarta Selatan Ujang Harmawan, dan Camat Kebayoran Baru Aroman Nimbang. Sandiaga memulai kegiatan dengan memimpin apel pembuka.

    Baca : Sandiaga Uno: DKI Akan Bikin Perda Stop Eksploitasi Air Tanah

    Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI berkomitmen untuk mewujudkan kota yang bersih dan asri. Selain itu, kata dia, Gerakan Jakarta Bersih ini akan melibatkan masyarakat. "Bukan hanya melibatkan petugas dari dinas terkait," ujar Sandiaga Uno lagi.

    Sandiaga Uno berujar Gerakan Jakarta Bersih juga mensosialisasikan gerakan TSP sampah. Gerakan TSP sampah yang dimaksud adalah gerakan tahan, simpan, dan pungut sampah. "Di mana warga yang di jalanan melihat sampah kita pungut dan kita bantu petugas kebersihan," ucap dia.

    Menurut Sandiaga, Gerakan Jakarta Bersih mengimbau warga untuk membersihkan lingkungan sekitar. Antara lain, membersihkan got dan saluran air. "Sehingga ketika musim hujan bisa mengurangi genangan air," tutur Sandiaga.

    Camat Kebayoran Baru Aroman Nimbang mengatakan Gerakan Jakarta Bersih melibatkan seluruh gedung perkantoran yang ada di sekitar jalan Raden Patah. Dia berujar dalam kegiatan ini pemerintah juga menurunkan petugas gabungan berjumlah 447 orang. "Terdiri dari Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), pasukan dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, serta pasukan kehutanan," ujar Aroman terkait peresmian Jakarta Bersih oleh Wakil Gubernur Sandiaga Uno itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.