Anies Baswedan Dukung Massa Aksi 115 Bela Baitul Maqdis

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan sambutan dalam acara Aksi Bela Palestina, di Silang Monas, 17 Desember 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan sambutan dalam acara Aksi Bela Palestina, di Silang Monas, 17 Desember 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan dukungannya terhadap aksi 115 Bela Baitul Maqdis yang berlangsung hari ini di silang Monumen Nasional (Monas). Menurut Anies, aksi tersebut menunjukkan keberpihakan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

    "Kita menunjukkan sikap bangsa Indonesia berkomitmen membantu perjuangan rakyat Palestina. Bukan saja komitmen pemerintah, tapi juga komitmen rakyat yang ditunjukkan di dalam berbagai aksi," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

    Ribuan orang dari berbagai organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis menggelar aksi hari ini.

    Baca: Ribuan Anggota Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis Padati Monas

    Mereka memadati area Monas sejak pagi. Para peserta aksi mengenakan pakaian serba putih dengan syal berwarna bendera Palestina dan Indonesia.

    Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memindahkan kantor Kedutaan Besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan kantor kedutaan besar tersebut menunjukkan pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. 

    Anies juga mengikuti salat Jumat bersama massa aksi 115 Bela Baitul Maqdis. Dari kantornya di Balai Kota, Anies berjalan menuju Monas untuk bergabung bersama massa aksi.

    Baca: Aksi Bela Baitul Maqdis, Separuh Jalan Merdeka Selatan Ditutup

    Anies Baswedan mengenakan kemeja putih, peci, celana hitam, serta syal berwarna bendera Palestina dan Indonesia untuk mendukung aksi bela Baitul Maqdis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.