Jumat, 21 September 2018

Dua Alasan Anies Baswedan Pindahkan Tarawih dari Monas ke Istiqlal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salat tarawih malam pertama Ramadan 1439 Hijriah di Masjid Istiqlal yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Jakarta, 16 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Suasana salat tarawih malam pertama Ramadan 1439 Hijriah di Masjid Istiqlal yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Jakarta, 16 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan alasan mengapa lokasi tarawih akbar dipindahkan dari Monumen Nasional (Monas) ke Masjid Istiqlal. Anies mengatakan keputusan itu diambil karena pemerintah DKI mengikuti saran yang dikemukakan para ulama.

    "Kami mendengar yang disampaikan para ulama dan kita dalam urusan ibadah, ya merujuk pada para ulama," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

    Pemerintah DKI sedianya berencana menggelar tarawih akbar di Monas pada 26 Mei mendatang. Namun rencana itu batal lantaran menuai kritik dari ulama.

    Baca: 4 Kritik MUI Pusat untuk Tarawih di Monas Buatan Anies Baswedan

    Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat Cholil Nafis, misalnya, mengatakan tarawih di lapangan tak benar secara syariat Islam. Dia pun meminta pemerintah DKI membatalkan rencana itu dan memindahkannya ke Masjid Istiqlal yang tak jauh dari Monas.

    Anies memastikan rencana tarawih akbar akan tetap digelar pada 26 Mei mendatang. Hanya, kata dia, lokasinya tengah diupayakan agar bisa bertempat di Masjid Istiqlal.

    Anies Baswedan mengatakan pemerintah DKI tengah berkoordinasi dengan pengelola masjid terbesar di Asia Tenggara itu. Anies menambahkan, keputusan pemindahan lokasi itu juga didasari pertimbangan soal keamanan penyelenggaraan tarawih.

    "Ada juga catatan mengenai keamanan dan lain-lain, memang lebih baik kita selenggarakan di masjid karena tujuannya adalah tarawih akbar," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.