Jembatan Tol JORR Dibongkar, Pengelola: Belum Tentu Dibangun Lagi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan penyeberangan di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) di wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur, rusak dihantam truk trailer yang dianggap over dimensi, Kamis 28 Juni 2018. TEMPO/Adi Warsono

    Jembatan penyeberangan di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) di wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur, rusak dihantam truk trailer yang dianggap over dimensi, Kamis 28 Juni 2018. TEMPO/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT.JLJ) pengelola ruas jalan tol Jakarta Outer Ringroad (JORR) menunggu keputusan PT. Jasa Marga Tbk, induk perusahaannya dalam memutuskan nasib Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Km 34, Bambu Apus, Jakarta Timur. Jembatan itu nyaris ambruk dihantam truk tronton akhir bulan lalu.

    "Diperbaiki atau tidak, JPO tetap dibongkar karena tidak berfungsi lagi," kata juru bicara PT. JLJ, Puji Astuti pada Ahad, 22 Juli 2018 ihwal kelanjutan jembatan itu.

    Menurut dia, pembongkaran jembatan penyeberangan orang yang merupakan ikonik jalan tol JORR tersebut dimulai sejak Sabtu malam. Menurut dia, sampai pagi tadi, proses pembongkaran belum rampung, ditargetkan besok pagi sudah selesai.

    Baca : Jembatan yang Rusak Dihantam Truk di Tol JORR Akhirnya Dibongkar

    Puji mengatakan, sejak kualitas kontruksi jembatan mengalami penurunan akibat dihantam truk tronton membawa bor milik perusahaan pertambangan, jembatan tak lagi digunakan.

    Bahkan, pengelola menyangga jembatan itu di bawahnya agar tidak ambruk. "Keputusan tentang pembangunan JPO masih dikaji lebih lanjut, bukan dari sisi teknis saja, dari segi lain juga," kata Puji.

    Disebutkan Puji, jembatan sepanjang 48 meter tersebut kini hanya bertumpu pada heavy shoring atau rangka penahan gelagar di bawahnya. Ada empat titik lokasi penahan, diantaranya dua titik pada jalur mengarah ke Cikampek, dan dua lagi mengarah ke Pondok Indah. "Beban jembatan kini sepenuhnya bertumpu pada heavy shoring," ujar Puji.

    Ditambahkannya, selama pembongkaran pihaknya menggunakan berbagai skenario agar tidak menghambat kelancaran lalu lintas di bawahnya.

    Di antaranya JPO dibongkar terbagi menjadi empat segmen. Secara berurutan, lalu dilakukan pemotongan dan pelepasan satu per satu kerangka, dengan bantuan alat berat yang ditempatkan pada satu lajur.

    Simak pula : Hore, Sandiaga Mau Transjakarta Gratis Tiap Akhir Pekan di Asian Games

    Untuk mengantisipasi kepadatan, para petugas lapangan JLJ dibantu PJR Jaya IV memasang rambu, pembatas jalan atau rubber cone, papan petunjuk, dan mengarahkan pengguna jalan tol yang mengarah ke Pondok Indah untuk keluar tol di ramp exit Bambu Apus 1.

    Petugas juga akan membagikan sejenis kartu sebagai tiket pengganti untuk masuk kembali di Gerbang Tol (GT) berikutnya, yakni GT Bambu Apus 2 tanpa dipungut biaya. Pengaturan yang sama juga akan dilakukan pada arah sebaliknya.

    Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO di Tol JORR itu nyaris ambruk setelah ditabrak truk trailer pada Kamis, 28 Juni 2018, sekitar pukul 14.05. Truk B-9243-UYX yang dikemudikan Adi Haryadi dari Semper, Jakarta Utara, menuju Pondok Indah mengangkut sebuah bor besar milik perusahaan tambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.