Polisi Duga Penembakan di Pejagalan Bukan Perampokan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan pistol. Ilustrasi : Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan pistol. Ilustrasi : Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih menyelidiki kasus penembakan terhadap pria bernama Herdi di Jalan Jelembar Aladin RT 3 RW 6, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Diduga kuat kasus ini tidak terkait dengan perampokan. “Sebab, tidak ada barang korban yang hilang,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Penjaringan Komisaris Mustakim, Minggu, 22 Juli 2018.

    Baca: Turun dari Mobil, Herdi Ditembak Mati Pria Berambut Cepak

    Herdi adalah pekerja pada salah satu perusahaan perkapalan. Pria 45 tahun ini bertugas mengurus surat dan perizinan perusahaan. Namun, Mustakim enggan merinci nama perusahaan dan bidang pekerjaan yang digeluti korban.

    Berdasarkan keterangan saksi, pada Jumat lalu, sekitar pukul 23.00, Herdi datang ke Jalan Jelembar Aladin menggunakan mobil. "Korban saat itu sudah pulang kerja," ujar Mustakim. Herdi lalu turun dari kendaraan dan berjalan kaki ke arah Jalan Jelambar Fajar.

    Seorang pria berambut cepak mengikuti dari belakang. Saksi mengatakan pria tersebut sudah datang lebih awal dan terlihat mondar-mandir di tempat itu. Tidak berapa lama terdengar suara letusan. Herdi terkapar dengan kepala berlubang. “Ada saksi yang melihat kejadian itu,” kata Mustakim.
     
    Pelaku kemudian meninggalkan korban. Tidak berapa lama muncul seorang pria menggunakan sepeda motor Yamaha N-Max yang menjemput pelaku. "Yang mengendarai motor pakai topi, dan eksekutornya berambutnya cepak," ujar Mustakim.

    Berdasarkan keterangan saksi, polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. Saat ini polisi masih menggali keterangan dari saksi-saksi lain, termasuk keluarga korban, untuk mengungkap penembakan yang menewaskan Herdi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.