Polisi Evakuasi Raja Kerajaan Ubur ubur dan Pengikutnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Markas Kerajaan Ubur ubur di Lingkungan Sayalumbu, Kota Serang, Rabu 15 Agustus 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Markas Kerajaan Ubur ubur di Lingkungan Sayalumbu, Kota Serang, Rabu 15 Agustus 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Polisi mengevakuasi Raja Kerajaan Ubur Ubur Aisyah Tusalamaja Baiduri Intan dan 12 pengikutnya dari Kampung Sayabulu, Kota Serang.  

    Baca: Ritual Aneh Kerajaan Ubur Ubur, Diawali Yasinan Ditutup Joget 

    Menurut Ketua RT 02, RW 07 Lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Surya Miharja mengatakan Raja Kerajaan Ubur ubur dan 12 pengikut setianya telah dievakuasi dari kampung itu untuk alasan keamanan.

    "Dievakuasi sementara untuk keamanan mereka," ujarnya saat ditemui Tempo di Serang, Rabu 15 Agustus 2018.

    Raja Kerajaan Ubur ubur Aisyah Tusalamaja Baiduri Intan, beserta kepala suku dan bawahannya yang tercatat dalam struktur organisasi kerajaan Ubur ubur itu selama ini menetap di sebuah rumah di Gang Tower Pemancingan nomor 17. Rumah berukuran sedang itu hanya berjarak lima meter dari rumah Surya.

    Berdasarkan pengamatan Tempo Rabu siang, rumah bercat putih berpagar kuning itu tertutup rapat. Tak ada aktivitas apapun. Terlihat beberapa sangkar burung tergantung di teras rumah berpagar kuning yang disebut rumah Kerajaan Ubur-ubur itu. 

    Baca: Kerajaan Ubur-ubur Diduga Aliran Sesat, Begini Ajarannya 

    Surya mengatakan, Aisyah beserta suaminya Rudi Hairil Anwar beserta 12 orang pengikutnya dibawa polisi sejak Senin lalu. Polres Kota Serang bersama MUI Kota Serang mendatangi sekaligus menghentikan kegiatan di Kerajaan Ubur ubur karena meresahkan masyarakat karena diduga aliran sesat.

    Menurut Surya, langkah pengamanan untuk pengikut sekte ini untuk menghindari sikap anarkis dari warga sekitar yang mulai terpancing dengan situasi dan kondisi di lapangan saat ini.

    Kapolres Kota Serang Ajun Komisaris Besar Komarudin mengatakan pengamanan pimpinan dan pengikut aliran ini dilakukan sebagai langkah antisipasi. "Karena ini sangat sensitif, kami melakukan langkah preventif," kata dia.

    Komarudin mengatakan untuk sementara pengikut Kerajaan Ubur ubur diamankan di satu tempat. "Sambil kami melakukan penyelidikan yang mendalam terkait masalah ini," kata Komarudin.

    Menurutnya status Raja Kerajaan Ubur ubur Aisyah Tusalamaja Baiduri Intan dan pengikutnya saat ini masih sebagai saksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.