Pembukaan Asian Games, PKL Buka Lapak di Trotoar Sudirman

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pedagang Kaki Lima atau PKL. ANTARA

    Ilustrasi Pedagang Kaki Lima atau PKL. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Trotoar Jalan Janderal Sudirman belum steril dari pedagang kaki lima (PKL). Tempo menyaksikan tampak belasan pedagang yang berjualan di trotoar saat pelaksanaan upacara pembukaan Asian Games, Sabtu, 18 Agustus 2018.

    Baca juga: Ratusan Relawan Membersihkan Sampah Saat Pembukaan Asian Games

    Haris Ikhsan, 28 tahun, pengunjung Gelora Bung Karno (GBK), melihat keberadaan pedagang di trotoar di sekitar GBK, cukup mengganggu pemandangan. "Ini kan dilihat masyarakat dunia," kata Haris seusai menyaksikan pembukaan Asian Games di GBK, Sabtu malam, 18 Agustus 2018.

    Belasan lapak pedagang kaus, minuman ringan, hingga dan aksesoris Asian Games, berjajar di sekitar pintu 6 GBK. Bahkan, para pedagang memanfaatkan tiang jembatan halte busway Gelora Bung Karno untuk menggantung kaus yang mereka jual.

    Menurut Hariz, keberadaan pedagang aksesoris Asian Games memang dibutuhkan. Tetapi, lokasi mereka berjualan harus diatur. Apalagi, pemerintah mengebut proyek pembangunan trotoar untuk menyambut acara olahraga ini. "Sayang saja kalau tidak tertib."

    Pengunjung lain, Mia Kusumawati (34), menyarankan agar penyelenggara menyediakan tenda khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Sebabnya, keberadaan mereka tetap dibutuhkan untuk memeriahkan Asian Games. "Cuma harus dikelola agar tidak berantakan saja di sekitar trotoar," ucap  Mia.

    Menurut Mia, banyak turis yang mau membeli aksesoris Asian Games. Selain itu, tidak semua turis yang datang ke Indonesia dengan kantong tebal. "Jadi aksesoris yang dijual pedagang di trotoar menjadi pilihan. Sebab lebih murah dari di dalam mall," kata Mia.

    Ia mengatakan penyelenggara tidak harus langsung menggusur pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar. Sebab, tujuan Asian Games juga untuk meningkatkan ekonomi pelaku UMKM. "Kalau saran saya mereka ditata saja,” kata Mia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.