Polusi Udara Jakarta Disebut Terburuk, Anies: Kenyataannya...

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi udara di dekat Stadion Gelora Bung Karno yang penuh dengan kabut dan asap polusi di Jakarta, 27 Juli 2018. Bila dilihat dari aplikasi pemantau kualitas udara AirVisual pada Jumat, 27 Juli 2018, indeks kualitas udara (AQI) secara real time ada di urutan tiga dengan skor 161. REUTERS/Beawiharta

    Kondisi udara di dekat Stadion Gelora Bung Karno yang penuh dengan kabut dan asap polusi di Jakarta, 27 Juli 2018. Bila dilihat dari aplikasi pemantau kualitas udara AirVisual pada Jumat, 27 Juli 2018, indeks kualitas udara (AQI) secara real time ada di urutan tiga dengan skor 161. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak merisaukan kisruh polusi udara Jakarta yang disebut terparah menjelang Asian Games 2018. 

    Baca: Tanggapan Kepala BMKG Soal Polusi Udara Jakarta Dinilai Keliru

    Kisruh yang dimaksud adalah tudingan media asing Al Jazeera soal tingginya polusi udara Jakarta sambut atlet Asian Games ke-18 yang dibantah BMKG. 

    Menurut Anies, perbedaan data atau perankingan kota terpolusi oleh beberapa lembaga itu tak perlu diperdebatkan. Alasannya, masalah lingkungan hidup di Jakarta, seperti penurunan tanah dan polusi udara memang menjadi perhatian Pemerintah DKI.

    "Kenyataannya adalah kita punya masalah lingkungan hidup, dan ini adalah problem yang prosesnya sampai sekarang ber-dekade. Karena itu kita harus mulai mengubah gaya hidup kita," kata Anies di Balai Kota, Ahad, 19 Agustus 2018.

    Khusus untuk menekan polusi udara, Anies mengatakan salah satu langkah yang dibuat adalah dengan memberlakukan sistem ganjil genap. Sistem itu khusus dibuat untuk mempersingkat waktu tempuh atlet Asian Games ke venue-venue pertandingan.

    Selain ganjil genap, Anies mengatakan Pemerintah DKI akan gencar melakukan uji emisi kendaraan bermotor. "Sehingga semua kendaraan apalagi yang angkutan umum, terutama yang punya efek emisi udara yang tinggi, kita awasi lebih baik," katanya.

    Pada 17 Agustus 2018, Al Jazeera menurunkan berita berjudul “Air pollution welcomes athletes in Jakarta for Asian Games“. Berita itu menyatakan tingkat polusi udara di Jakarta telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Pemberitaan BBC Indonesia bahkan menulis menjelang Asian Games 2018, Jakarta jadi kota berpolusi udara paling parah di dunia.

    Baca: Udara Jakarta Buruk Saat Asian Games? Ini Penjelasan BMKG

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati lantas mengatakan tudingan ihwal buruknya kualitas atau polusi udara di Jakarta adalah tidak benar. Menurut dia, Indonesia sudah seringkali dituding sebagai negara yang paling emisif gas rumah kacanya di dunia. 

    "Namun penilaian dan penelitian lembaga ternama lainnya maupun data real GRK terukur di lapangan pun membantah tudingan itu," kata Dwikora melalui keterangan tertulis soal polusi udara Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.