Selasa, 20 November 2018

100 PKL Ditargetkan Buka Lapak di Skybridge 15 Oktober 2018

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Skybridge di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang,  pada Jumat, 28 September 2018. Tempo/Adam Prireza

    Pembangunan Skybridge di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, pada Jumat, 28 September 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Skybridge Tanah Abang ditargetkan mulai beroperasi pada 15 Oktober 2018. Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan menargetkan sekitar 100 pedagang kaki lima (PKL) dapat berjualan di kios jembatan itu pada hari pertama pembukaan skybridge.

    Baca: Anies Baswedan: Sky Bridge Tanah Abang Bakal Tampung 446 PKL

    "Pedagang sudah sebagian masuk. Target kita 100," kata Yoory saat dihubungi, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Dia menyebut, skybridge yang dapat dilalui hanya jalan dari Stasiun Tanah Abang ke Blok G. Sementara jalan dari stasiun menuju Jalan Jatibaru Bengkel baru rampung 30 Oktober 2018. Saat ini pembangunan skybridge mencapai 75 persen.

    Karena itu, lapak PKL hanya didirikan di sepanjang jalan stasiun ke Blok G. Menurut Yoory, pihaknya menyediakan kios untuk PKL berukuran 1,5 x 2 meter.

    Sementara jalan yang bisa dilalui pejalan kaki ada di kanan kiri kios yang lebarnya masing-masing tiga meter. "Kiosnya berdiri di tengah-tengah," ujar Yoory.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, jembatan sepanjang 386,4 meter dan lebar 12,6 meter itu akan menampung 446 pedagang. Mereka merupakan pelapak yang saat ini menempati tenda-tenda di sepanjang Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat.

    Baca: Bakal Digunakan 15 Oktober, Begini Kondisi Skybridge Tanah Abang

    Pemerintah DKI sedang mengatur mekanisme penempatan para PKL di atas Skybridge Tanah Abang. Pengaturan, kata Anies, diperlukan agar jembatan layang itu tetap rapi dan tertib meski pedagang dan pejalan kaki berjubel di atasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.