Jumat, 16 November 2018

Jenguk Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan Datang Tanpa Rio Dewanto

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Atiqah Hasiholan berpose untuk media saat menghadiri malam puncak Indonesia Movie Awards 2015 di Balai Sarbini Jakarta, 18 Mei 2015. Indonesia Movie Awards merupakan ajang penghargaan bagi insan sineas di tanah air yang terbagi dalam 11 katagori terbaik dan terfavorit. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Atiqah Hasiholan berpose untuk media saat menghadiri malam puncak Indonesia Movie Awards 2015 di Balai Sarbini Jakarta, 18 Mei 2015. Indonesia Movie Awards merupakan ajang penghargaan bagi insan sineas di tanah air yang terbagi dalam 11 katagori terbaik dan terfavorit. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta – Artis dan model Atiqah Hasiholan telah datang dan menengok kondisi ibunya, Ratna Sarumpaet, di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Atiqah Hasiholan datang beberapa hari setelah Ratna Sarumpaet ditahan karena sangkaan menyebarkan berita bohong  atau hoax penganiayaan.

    Baca:
    Hoax Penganiayaan, Polisi Dalami Isi Pertemuan Ratna Sarumpaet dan Prabowo

    “Anak Bu Ratna sudah melihat ibunya di Polda. Termasuk Mbak Atiqah,” kata Desmihardi, pengacara Rana Sarumpaet, lewat pesan singkat, Senin 15 Oktober 2018.

    Desmihardi menyebut Atiqah Hasiholan tak datang bersama kerabat atau saudaranya yang lain. Artis pemeran film di antaranya Berbagi Suami dan Arisan! 2 itu juga tidak datang bersama suaminya Rio Dewanto. “Dia (Atiqah) datang bersama temannya,” kata Desmihardi.

    Sebelum kedatangan Atiqah Hasiholan, anak Ratna Sarumpaet yang lainnya telah lebih dulu menjenguk. Mereka adalah Mohammad Iqbal Alhady dan adiknya Ibrahim Alhady. Keduanya langsung datang sehari setelah Ratna Sarumpaet dinyatakan sebagai tersangka dan ditahan pada Sabtu 6 Oktober 2018.

    Baca:
    Sudah Ditolak, Ratna Sarumpaet Ngotot Ajukan Tahanan Kota

    Ratna Sarumpaet menjadi tersangka dan ditahan karena menciptakan dan menyebarkan hoax. Dia yang saat itu masuk dalam tim sukses pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku mengalami penganiayaan di Bandung pada 21 September 2018.

    Sejumlah tokoh lalu menyiarkan pengakuan itu sembari pengecam pemerintah karena membiarkan itu terjadi. Belakangan, pada Rabu 3 Oktober, setelah Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah kejanggalan penganiayaan itu, Ratna Sarumpaet mengaku menciptakan hoax.

    Baca:
    Makanan Ratna Sarumpaet Harus Jalani Food Security, Ada Apa?

    Ratna Sarumpaet lalu ditangkap keesokan malamnya saat dia hendak bertolak ke Cile, Amerika Selatan. Ratna Sarumpaet menggenggam surat undangan sebuah konferensi internasional dari para perempuan penulis naskah drama tapi polisi memiliki pertimbangan lain untuk menahannya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.