Selasa, 13 November 2018

Siapa Pelaku Penyekapan Mengaku Polisi? Ini Penuturan Shendy

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO.CO, Bekasi - Shendy Hidayatullah, 19 tahun, tak menyangka bakal mengalami penyekapan oleh sejumlah orang mengaku polisi. Mahasiswa Universitas Islam '45 Bekasi ini mengalaminya saat menjadi korban pembegalan dekat kampusnya, Kamis dini hari 25 Oktober 2018.

    Baca:
    Siapa Pelaku Penyekapan Mengaku Polisi? Ini Penuturan Shendy

    Shendy mengisahkan awal mula dibawa oleh empat orang mengaku sebagai polisi dari Jalan Cut Mutia tak jauh dari kampusnya. Dia ingat semua berawal saat dia hendak keluar kampus untuk membeli makanan sekitar pukul 01.00. Ia tiba-tiba dimasukkan ke dalam mobil setelah dituduh begal.

    Padahal sebelumnya dia baru saja lolos dari pembegalan dengan luka sabetan senjata tajam di punggung. Di dalam mobil, tangannya diikat lakban, lalu disuruh jongkok di bawah kursi. "Kamu begal bukan si?" tanya satu dari empat orang di dalam mobil itu.

    Shendy menceritakan kisahnya ini ketika ditemui wartawan di kediamannya di Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Sabtu, 27 Oktober 2018. "Saya jelaskan, kalau saya bukan begal, tapi korban begal," kata dia.

    Baca:
    Polisi Masih Selidiki Penyekapan Mahasiswa Korban Begal

    Sebelum dimasukkan ke mobil, Shendy menyerahkan identitasnya, termasuk kartu mahasiswa. Ia juga menunjukkan luka di punggung akibat dibacok begal. Rupanya, orang-orang itu tak acuh.

    Selama perjalanan Shendy tak boleh melihat ke luar mobil. Dia diminta jongkok sambil mendapatkan penganiayaan. Menurut dia, satu orang di antara mereka terdengar menelepon komandannya kalau menangkap satu orang begal. "Karena saya merasa benar, saya nurut saja mau dibawa kemana," ujar dia.

    Baca berita sebelumnya:
    Kisah Shendy, Selamatkan Diri dari Penyekapan bak Film Aksi

    Rupanya, Shendy dibawa ke Pondok Gede, masih di wilayah Kota Bekasi. Turun dari mobil, mata dan mulutnya juga dilakban. Dia dimasukkan ke rumah kontrakan kosong yang gelap. Dia sempat diancam akan ditembak jika melarikan diri. “Seingat saya, mereka ada yang badannya besar, kemudian kepalanya botak,” ujar Shendy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?