Ini Tiga Crisis Center Lion Air Jatuh Buka 24 Jam di Tiga Lokasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. TEMPO/Subekti.

    Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II (Persero) mengaktifkan tiga posko Crisis Center korban Lion Air jatuh (JT 610) selama 24 jam di tiga lokasi setiap harinya.

    Tiga posko kasus pesawat Lion Air jatuh itu berlokasi di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno - Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur dan Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung

    Baca : Cerita Penyelam Basarnas Aduk Lumpur Laut Cari Korban Lion Air JT 610

    President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, menyatakan Bandara Internasional Soekarno - Hatta merupakan posko koordinasi utama sebagai Emergency Operation Center yang merupakan posko lintas stakeholder seperti diantaranya Basarnas, Air Navigation, TNI, POLRI, Otoritas Bandara, Lion Air, Kementerian Perhubungan hingga Jasa Raharja.
    Tim Basarnas Special Group (BSG menyelam untuk mencari dan mengevakuasi korban serta puing pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. Ketua Badan SAR Nasional M. Syaugi mengatakan hingga Selasa (30/10) pukul 17.00 WIB sudah ada 34 kantong jenazah yang dibawa tim SAR dari tempat jatuhnya pesawat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    "PT Angkasa Pura II mengaktifkan tiga posko krisis, posko utama berlokasi di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi posko koordinasi lintas stakeholder dan juga media center bagi awak media,"kata Awaluddin, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Keluarga Besar PT Angkasa Pura II (Persero) mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta–Pangkal Pinang di Perairan Tanjung Pakis Karawang yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, 2 bayi, serta 2 pilot dan 5 kru. PT Angkasa Pura II (Persero) dengan cepat melakukan sejumlah upaya untuk menangani kondisi krisis peristiwa jatuhnya pesawat JT-610.

    Salah satu keluarga korban Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang tiba di crisis centre Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 29 Oktober 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    PT Angkasa Pura II (Persero) sangat mendukung upaya berbagai pihak dalam mencari informasi mengenai pesawat JT-610.

    Sampai hari ketiga pasca insiden, PT Angkasa Pura II (Persero) telah menerbangkan dari Pangkal Pinang ke Jakarta sebanyak 104 orang dari 63 keluarga yang merupakan kerabat penumpang pesawat Lion Air JT-610.

    Baca juga :
    Basarnas Temukan Seragam Pramugari Lion Air JT 610, Milik Siapa?

    Selain itu PT Angkasa Pura II (Persero) juga menyediakan penginapan dan transportasi bagi keluarga penumpang dari dan ke RS R. Said Soekanto dalam rangka memonitor perkembangan evakuasi pesawat Lion Air jatuh. PT Angkasa Pura II (Persero) selalu mengutamakan pelayanan bagi pengguna jasa dan hingga saat ini dapat diinformasikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berjalan dengan normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.