Tolak Minta Maaf, Dai Penghina Jokowi Mangkir Panggilan Polisi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Habib Bahar Bin Smith. facebook

    Habib Bahar Bin Smith. facebook

    TEMPO.CO, Jakarta -  Dai atau penceramah Muhammad Bahar bin Smith berulang kali menegaskan tak akan meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Bahar sebelumnya dilaporkan ke polisi karena isi dakwahnya yang dianggap mengkritik Jokowi secara tidak pantas.

    Baca:
    Massa Reuni Akbar 212 Bubar Setelah Dakwah Bahar bin Smith

    Penegasan tak akan meminta maaf di antaranya disampaikan Bahar saat bicara di hadapan puluhan ribu--versi polisi--massa Reuni Akbar 212, Minggu 2 Desember 2018. Pemuda berusia 33 tahun yang menyebut diri Habib Bahar itu bahkan menyatakan memilih membusuk di dalam penjara ketimbang minta maaf. "Demi Allah saya tidak akan pernah minta maaf," ujar Bahar.

    Dia menjelaskan, menghina Jokowi berdasarkan peristiwa 4 November 2016 lalu. Saat itu, katanya, ribuan ulama dan habib berkumpul di Istana Negara diberondong gas air mataoleh polisi. "Presidennya kabur," ucapnya sambil menambahkan bila polisi menangkapnya kelak, ia tak gentar.

    Baca:
    Ini Alasan Dai Bahar bin Smith Sebut Jokowi Banci

    Laporan atas dakwah Bahar diterima Polda Metro Jaya dan juga Markas Besar Polri. Yang terakhir sudah mulai memeriksa 15 orang sebagai saksi atas laporan yang diterimana itu. Sebanyak empat di antaranya adalah saksi.

    Senin 3 Desember 2018 sejatinya Bahar menjalani pemeriksaan sebagai terlapor tetapi mangkir. Alasannya, surat pemanggilan sampai kepadanya terlambat.

    Baca:
    Dai Dilaporkan Menghina Jokowi: Lihat Ceramah Sampai Habis

    Bahar bin Smith yang pernah ditangkap dan ditetapkan tersangka karena perusakan tempat hiburan malam pada 2012 itu lalu telah dipanggil kembali Kamis mendatang. Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Syahar Diantono memastikan surat kali ini diterima adik Bahar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.